PALANGKA RAYA – Intensitas hujan tinggi yang melanda Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Meski demikian, BPBD memastikan kondisi sungai dan wilayah permukiman masih relatif aman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan secara berkala, terutama terhadap debit air sungai utama serta wilayah rawan genangan.
Hingga saat ini, belum terlihat indikasi peningkatan debit air yang mengarah pada banjir besar.
“Curah hujan memang masih cukup tinggi dan ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Namun, untuk kondisi sungai, khususnya Sungai Rungan, debit air masih bertahan dan Kota Palangka Raya masih dalam posisi aman,” katanya, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan, wilayah Kecamatan Sebangau juga terus dipantau secara intensif. Hujan deras yang terjadi sejauh ini hanya menimbulkan genangan di beberapa titik dan belum mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
“Di Sebangau relatif aman. Tidak terjadi banjir, hanya genangan saja. Ini juga menjadi perhatian Bapak Wali Kota, terutama berkaitan dengan upaya normalisasi drainase,” jelasnya.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem, BPBD Kota Palangka Raya mencatat dampak lain yang cukup menonjol, yakni meningkatnya kejadian pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang. Dalam kurun waktu satu hari, tercatat sebanyak 24 kejadian pohon tumbang di berbagai lokasi.
“Hujan lebat yang disertai angin kencang memang banyak mengakibatkan pohon tumbang. Bahkan ada beberapa kejadian yang menimbulkan kerugian material,” ungkap Hendrikus.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena banyak pohon berada di tepi jalan dan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama perangkat daerah terkait melakukan penanganan secara terpadu. Penanganan tersebut melibatkan Satpol PP, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta dukungan dari instansi kehutanan.
Hendrikus menambahkan, kolaborasi tersebut difokuskan pada pemangkasan dan penebangan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama di jalur lalu lintas utama.
“Upaya pemangkasan dan penebangan pohon rawan tumbang terus kita lakukan agar risiko bisa diminimalisir,” ujarnya.
BPBD Kota Palangka Raya pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat disertai angin kencang. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar serta segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat. (ham)
Editor : Agus Pramono