PALANGKA RAYA-Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mematangkan langkah transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial dan program kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya melalui peluncuran Kartu Huma Betang Sejahtera yang direncanakan mulai diterapkan pada tahun ini.
Kartu ini dirancang sebagai instrumen terpadu untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai program pemerintah secara lebih aman, transparan, dan terstruktur.
Dengan sistem berbasis teknologi modern, Kartu Huma Betang Sejahtera diharapkan mampu meminimalkan potensi penyimpangan sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalteng, Rangga Lesmana, menjelaskan bahwa kartu tersebut telah dilengkapi sejumlah fitur pengamanan berlapis.
“Setiap kartu memiliki chip, hologram, serta nomor identitas khusus. Dengan sistem ini, kartu tidak bisa digandakan atau disalahgunakan,” ujar Rangga Lesmana, Selasa (30/12/2025).
Ia menambahkan, penggunaan kartu ini nantinya terintegrasi dengan mesin Electronic Data Capture (EDC). Menariknya, transaksi tetap dapat dilakukan meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.
“Verifikasi penerima manfaat dilakukan melalui titik koordinat rumah atau geo tagging, sehingga meski tanpa sinyal, sistem tetap bisa memastikan data penerima valid,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan teknis, Diskominfosantik Kalteng memastikan sistem pendukung kartu berjalan stabil dan terus diperbarui. Server utama akan diperkuat dengan pembaruan data secara realtime guna menjaga akurasi dan keamanan selama proses penyaluran bantuan berlangsung di lapangan. (ovi/ram)
Editor : Ayu Oktaviana