PALANGKA RAYA - Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalteng masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama.
Pemprov Kalteng menilai kekerasan seksual masih menjadi bentuk kekerasan yang paling sering terjadi dan berdampak panjang terhadap korban, khususnya anak-anak.
Sepanjang periode pelaporan, yakni input data terbaru Simfoni-PPA pada 1 Januari 2026, tercatat 411 kasus kekerasan terjadi di 14 kabupaten/kota di Bumi Tambun Bungai, dengan korban didominasi perempuan dan anak.
Dari keseluruhan kasus tersebut, korban perempuan tercatat sebanyak 348 orang, sementara korban laki-laki sebanyak 78 orang. Kondisi ini menunjukkan perempuan dan anak masih menjadi kelompok paling rentan mengalami tindak kekerasan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng, Linae Victoria Aden, mengatakan kekerasan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga secara psikis dan berpengaruh terhadap pembentukan karakter, khususnya pada anak.
“Kekerasan itu bukan hanya fisik, tetapi juga psikis. Dampaknya sangat berpengaruh terhadap pendidikan karakter anak,” ujarnya.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Kotawaringin Barat mencatat jumlah kasus terbanyak dengan 91 kasus, disusul Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 68 kasus, dan Kota Palangka Raya dengan 50 kasus.
Selanjutnya, kasus kekerasan juga tercatat di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 37 kasus, Kabupaten Kapuas 31 kasus, Kabupaten Katingan 24 kasus, Kabupaten Seruyan 19 kasus, Kabupaten Barito Utara 18 kasus, dan Kabupaten Sukamara 18 kasus.
Sementara itu, Kabupaten Gunung Mas mencatat 16 kasus, Kabupaten Lamandau 16 kasus, Kabupaten Murung Raya 14 kasus, Kabupaten Barito Timur 6 kasus, serta Kabupaten Pulang Pisau 3 kasus.
Sebaran tersebut menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi hampir di seluruh wilayah Kalteng, baik di daerah perkotaan maupun perdesaan.
KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI KALTENG
Korban
- Laki : 78
- Perempuan : 348
- Jumlah : 411
Tempat Kejadian
Lokasi Jumlah Kejadian
- Tempat Kerja 7
- Rumah Tangga 244
- Pendidikan Umum 44
- Sekolah 45
Kasus Per Kabupaten/Kota
Daerah
- Kotawaringin Barat 91
- Kotawaringin Timur 68
- Kapuas 31
- Barito Selatan 37
- Barito Utara 18
- Barito Timur 6
- Gunung Mas 16
- Katingan 24
- Lamandau 16
- Murung Raya 14
- Pulang Pisau 3
- Seruyan 19
- Sukamara 18
- Palangka Raya 50
TOTAL 441
Jika dilihat dari lokasi kejadian, kekerasan paling banyak terjadi di lingkungan rumah tangga, yakni 244 kasus. Selain itu, kekerasan juga ditemukan terjadi di lingkungan sekolah sebanyak 45 kasus, fasilitas umum 44 kasus, serta tempat kerja 7 kasus.
Disisi lain, tidak tercatat kasus di lembaga pendidikan kilat.
Menurut Linae, tingginya kasus kekerasan di lingkungan rumah tangga menunjukkan pentingnya penguatan peran keluarga dalam pembinaan karakter dan perlindungan anak.
“Keluarga adalah tempat pertama pembentukan karakter. Pola asuh yang salah akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang ke depan,” jelasnya.(ovi/ala)
Editor : Ayu Oktaviana