Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Banjir yang Melanda Barito Selatan Belum Surut, Puluhan Ribu Warga Terdampak

Agus Pramono • Senin, 12 Januari 2026 | 11:15 WIB
Ilustrasi banjir.DOK AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Ilustrasi banjir.DOK AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

PALANGKA RAYA — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah hingga awal Januari 2026 masih belum sepenuhnya surut. Tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir menjadi faktor utama yang menyebabkan genangan bertahan, khususnya di wilayah Kabupaten Barito Selatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Indra Wiratama, mengatakan kondisi geografis Barito Selatan turut memperparah situasi banjir yang terjadi.

“Curah hujan yang masih relatif tinggi di Kalimantan Tengah menjadi penyebab utama banjir belum surut. Selain itu, untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Kabupaten Barito Selatan merupakan wilayah dataran rendah dan menjadi area akhir aliran Sungai Barito sebelum mengarah ke Provinsi Kalimantan Selatan, serta sebagian kecil ke Kabupaten Kapuas,” ujar Indra, Kamis (8/1/2026).

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Provinsi Kalimantan Tengah, banjir telah berdampak pada dua kabupaten, yakni Barito Selatan dan Barito Timur. Secara keseluruhan, tercatat 9 kecamatan dan 65 desa/kelurahan terdampak banjir.

Jumlah warga terdampak mencapai 18.914 kepala keluarga atau 57.874 jiwa. Selain permukiman warga, banjir juga merendam 4.626 fasilitas umum serta 5.478 bangunan rumah dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 102 sentimeter.

Wilayah dengan dampak terparah berada di Kabupaten Barito Selatan. Di daerah ini, banjir melanda 6 kecamatan dan 60 desa, dengan total 18.714 kepala keluarga atau 57.287 jiwa terdampak. Ribuan fasilitas umum dan rumah warga masih terendam, sementara sebagian wilayah dilaporkan mulai mengalami penurunan tinggi muka air.

Sementara itu, di Kabupaten Barito Timur, banjir tercatat berdampak pada 3 kecamatan dan 5 desa, dengan 200 kepala keluarga atau 587 jiwa terdampak.

Pemerintah daerah bersama BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menyiagakan langkah-langkah penanganan darurat.

Masyarakat di daerah rawan banjir diimbau tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (*rif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito #fasilitas umum #banjir #Penanganan Darurat #kondisi geografis #kalimantan tengah #barito selatan #terdampak banjir #Kabupaten Barito Timur #potensi hujan #genangan