PALANGKA RAYA-Kartu Huma Betang Sejahtera Program dirancang berbasis data akurat dan verifikasi lapangan guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
Kartu yang disosialisasikan pada saat masa kampanye H Agustiar Sabran dan Edy Pratowo tersebut tidak dibagikan secara sembarangan.
Pemprov saat ini masih melakukan pendataan dan pencocokan data calon penerima manfaat secara menyeluruh, termasuk verifikasi identitas dan kondisi sosial ekonomi warga.
“Nanti kartu itu dibagikan lengkap dengan PIN. Sekarang kami sedang mendata satu per satu, termasuk pengambilan foto wajah penerima agar datanya valid dan tidak ganda,”ujar Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung saat diwawancarai usai menghadiri acara Kenal Pamit Wakapolda dan Pejabat Utama Polda Kalteng di Aula Jayang Tingang, Selasa (13/1/2026).
Leonard menjelaskan, penetapan penerima manfaat Kartu Huma Betang dilakukan melalui proses seleksi berlapis.
Tim pendata melibatkan unsur pemerintah desa hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan kecocokan data di lapangan. Mulai tempat tinggal dan keberadaan.
“Data itu kami verifikasi ulang. Ada yang ternyata sudah meninggal dunia, ada yang pindah domisili. Itu semua kami cocokkan kembali agar tidak salah sasaran,” jelasnya.
Menurut Leonard, kriteria penerima manfaat tidak hanya didasarkan pada satu indikator. Pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari tingkat penghasilan, kondisi rumah, hingga faktor sosial lainnya.
“Banyak indikator yang kami lihat. Jadi tidak bisa disederhanakan hanya satu kriteria,” katanya.
Untuk diketahui, kartu tersebut akan memuat berbagai manfaat, mulai dari dukungan pendidikan, kesehatan, insentif tambahan penghasilan, hingga bantuan elpiji. Selain itu, penerima juga berhak mendapatkan sembako serta bantuan pangan hingga lima kali setahun.
Bantuan pangan bisa sampai lima kali setahun. Tapi kartunya tidak boleh dipakai untuk belanja lain-lain.(ovi/ram)
Editor : Ayu Oktaviana