Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Berpisah Pas Lagi Sayang-sayange, Bayi Orangutan Berpisah dengan Warga yang Jadi “Ibu” Asuhnya

Agus Pramono • Minggu, 18 Januari 2026 | 19:04 WIB

 

Bayi orangutan bernama Roy dievakuasi BKSDA Kalteng dari ibu asuh.BKSDA
Bayi orangutan bernama Roy dievakuasi BKSDA Kalteng dari ibu asuh.BKSDA

PALANGKA RAYA-Pelukan kecil itu mengerat, seolah enggan dilepas. Roy, bayi orangutan jantan berusia sekitar dua tahun, memeluk perempuan yang selama ini menjadi dunianya.

Perempuan itu mengusap punggung Roy perlahan, sesekali menyeka air mata yang jatuh tanpa bisa ditahan. Pagi itu, keduanya harus berpisah.

Di sebuah rumah di kawasan Jalan Merdeka Km 10, Palangka Raya, suasana haru menyelimuti proses penyerahan Roy kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah. Tidak ada teriakan, hanya isak tertahan dan tatapan berat melepas.

Roy bukan sekadar satwa bagi perempuan itu. Sejak ditemukan tanpa induk di kawasan Kahayan Hulu Mahuroi, bayi orangutan tersebut diasuh dan dirawat layaknya anak sendiri.

Lebih dari setahun kebersamaan membuat ikatan emosional tumbuh kuat. Roy terbiasa dipeluk, disuapi, bahkan tidur dalam dekapan.

“Berpisah pas lagi sayang-sayange,"tulis netizen ketika mengomentari video yang diaploud oleh Instagram BKSDA Kalteng. 

Sesekali, Roy kembali memeluk, seolah belum mengerti bahwa ini adalah perpisahan. Tangannya yang kecil mencengkeram baju, matanya menatap wajah yang selama ini memberinya rasa aman.

Namun, perpisahan ini adalah jalan terbaik. Tim BKSDA Kalimantan Tengah menerima penyerahan Roy untuk menjalani proses penyelamatan dan rehabilitasi.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi Roy terbilang sehat dengan berat sekitar tujuh kilogram.

Kini, Roy telah ditempatkan di BOSF Nyaru Menteng untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan sekaligus perawatan intensif. Di sanalah ia akan belajar kembali menjadi orangutan, memanjat, mengenal hutan, dan suatu hari nanti kembali ke habitat alaminya.

Keputusan sang ibu asuh menyerahkan Roy bukan perkara mudah. Namun, kesadaran bahwa satwa liar dilindungi tidak seharusnya hidup di tengah manusia menjadi alasan utama. Tangis yang jatuh pagi itu adalah bukti cinta, bukan kehilangan tanpa makna.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang saja tidak cukup. Satwa liar membutuhkan alamnya.

Harapannya, semakin banyak masyarakat memahami pentingnya tidak memelihara satwa dilindungi dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Roy mungkin tak lagi berada dalam dekapan ibu asuhnya, tetapi langkah kecilnya hari ini adalah awal perjalanan panjang menuju rumah sejatinya: hutan.(ram)

 

Editor : Agus Pramono
#Penyerahan #bayi orangutan #BOSF #BKSDA Kalteng #hutan #Nyaru Menteng #orangutan