PALANGKA RAYA – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Barito Timur (Bartim), setelah seorang remaja perempuan berusia 15 tahun ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri.
Hasil penelusuran awal mengungkap korban diduga sebelumnya mengalami pelecehan seksual oleh rekan sebaya yang dipicu konsumsi minuman keras.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Sirajul Rahman, menegaskan bahwa peran orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah kenakalan remaja.
Ia menilai pendidikan dan pengawasan dari keluarga tidak boleh diabaikan di tengah derasnya pengaruh lingkungan dan pergaulan bebas.
“Pertama orang tua harus melakukan pendidikan dan pengawasan terhadap anaknya. Paling penting adalah pendidikan moral menjaga terhadap dampak kenakalan anak-anak dan remaja,” tegas Sirajul Rahman saat dimintai tanggapan, Senin (26/1).
Ia menjelaskan bahwa pendidikan dan pembinaan anak sejatinya bermula dari rumah tangga.
Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, moral, serta memberikan pemahaman mengenai bahaya minuman keras dan zat adiktif lainnya sejak dini.
“Pendidikan pembinaan anak-anak utamanya adalah tanggung jawab kedua orang tuanya di rumah tangga,” ujarnya.
Di sisi lain, Sirajul juga mendorong peran aktif pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak hanya melakukan edukasi, tetapi juga pengawasan dan penindakan tegas.
“Pemerintah dan aparat harus mengawasi dan menindak tegas bagi pengguna minuman keras yang dampaknya bisa secara luas di masyarakat,” pungkasnya.
Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terulang serta menjadi momentum bagi seluruh pihak orang tua, pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan serta masa depan anak-anak di Kalimantan Tengah.(afa)
Editor : Ayu Oktaviana