Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Densus 88 Gandeng Media dan Masyarakat Bentengi Kalteng dari Radikalisme, Perang Melawan Terorisme Butuh Peran Semua Pihak

Agus Pramono • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:30 WIB
Iptu Ganjar Satriyono nemaparkan materinsoal radikalisme dan terorisme.AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Iptu Ganjar Satriyono nemaparkan materinsoal radikalisme dan terorisme.AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

PALANGKA RAYA – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalteng Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus memperkuat upaya pencegahan terhadap potensi berkembangnya paham intoleransi, radikalisme hingga terorisme di wilayah Bumi Tambun Bungai.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menjalin kolaborasi aktif bersama media pers dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasatgaswil Kalteng Densus 88 Antiteror Brimob Polri Iptu Ganjar Satriyono saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor media Kalteng Pos.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa upaya memerangi terorisme tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat keamanan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ganjar mengatakan bahwa setiap individu memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga keamanan dan keselamatan bersama.

Ancaman terorisme bisa muncul kapan saja dan di mana saja jika tidak diantisipasi sejak dini melalui edukasi dan kewaspadaan kolektif.

“Kita ini semua penting dan punya peran masing-masing. Apalagi media, senjatanya menggunakan tulisan. Sunyi, tetapi tertancap lebih dalam lewat pikiran. Alat itu kita gunakan untuk memberitahu kepada khalayak luas agar jangan sampai terorisme lahir dari masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan bahwa media pers memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, serta menyejukkan di tengah masyarakat.

Narasi positif dan edukatif dinilai mampu menjadi benteng kuat dalam menangkal penyebaran ideologi ekstrem yang kerap menyusup melalui informasi menyesatkan.

Lebih lanjut, Ganjar juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang mengarah pada sikap intoleran dan kekerasan.

Ia menekankan pentingnya memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, serta semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Terorisme bukan hanya ancaman bagi keamanan negara, tetapi juga merusak sendi-sendi sosial dan kemanusiaan. Oleh karena itu, pencegahannya harus dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga, sekolah hingga ruang publik,” tambahnya.

Densus 88 akan terus membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media massa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak paham radikal sebelum berkembang menjadi tindakan nyata.

Ia juga menyinggung penggunaan media sosial secara masif tanpa ada pembatasan dan pengawasan orang tua bagi anak-anak dan remaja dapat melahirkan kecenderungan pola pikir yang salah akibat terpengaruh dengan gaya komunikasi yang mengandung ujaran negatif. Dari ujaran dan contoh yang terus didengarkan, diliat dan dipraktekkan dalam kehidupannya sehari-hari sangat mungkin menimbulkan tindakan sadistik di kalangan generasi muda.

“Mari kita gaungkan literasi di media tentang mencegah intoleransi, radikalisme dan terorisme dan kejahatan yang marak oleh anak baik itu sadistik dan kekerasan yang bermuara dari media sosial,” pungkasnya.

Melalui sinergi yang kuat antara aparat, media, dan masyarakat, IPTU Ganjar optimistis Kalimantan Tengah dapat tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan terbebas dari pengaruh terorisme yang mengancam persatuan bangsa.(afa/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#Ideologi Ekstremis #ancaman terorisme #kalimantan tengah #sikap intoleran #densus 88 #paham radikal #terorisme #media sosial #radikalisme