Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

PW Pergunu dan JKSN Kalteng Resmi Dilantik, NU Dorong Penguatan SDM, Tangkal Paham Radikalisme

Agus Pramono • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:45 WIB
Pengurus Wilayah Pergunu dan JKSN bersama Wagub Kalteng H Edy Pratowo di Aula Jayang Tingang. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Pengurus Wilayah Pergunu dan JKSN bersama Wagub Kalteng H Edy Pratowo di Aula Jayang Tingang. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA–Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) dan Pengurus Wilayah Jaringan Kiai Santri (PW JKSN) Kalteng resmi dilantik. Prosesi pelantikan dilaksanakan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (29/1/2026).

Pelantikan bersama ini menjadi momentum penting penguatan sinergi organisasi keagamaan dan pendidikan di Kalteng, khususnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berlandaskan akhlakul karimah, keimanan, dan nilai-nilai kebangsaan.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng Dr HM Wahyudie F. Dirun, menegaskan bahwa keberadaan Pergunu dan JKSN, merupakan bagian strategis dari upaya NU dalam menjalankan kebijakan dan program-program keumatan, khususnya di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda.

“Badan-badan otonom NU dibentuk untuk melaksanakan kebijakan dan program Jam’iyah. Pengurusnya memang tidak banyak, tetapi orang-orangnya harus profesional dan memiliki dedikasi,” ujar Wahyudie.

Ia mengapresiasi terbentuknya PW JKSN Kalteng, yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga arah pendidikan pesantren dan menangkal atau membentengi generasi muda dari paham-paham menyimpang dan radikalisme.

Menurutnya, berdasarkan data dan pengamatan di lapangan, mulai muncul pondok-pondok pesantren dan kelompok pendidikan yang membawa paham tidak sejalan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Ini menjadi masalah serius yang harus kita pikirkan bersama. Dengan hadirnya JKSN, insya Allah kita semakin kuat membentengi generasi kita dari paham-paham yang tidak sejalan dengan Islam rahmatan lil alamin,” tegasnya.

Wahyudie juga menyinggung tantangan baru berupa radikalisme berbasis digital yang menyasar anak-anak dan remaja melalui game daring dan media sosial.

“Gerakan radikal sekarang tidak selalu muncul dari pengajian, tapi dari ruang digital. Ada kasus ekstrem yang berawal dari game online. Ini tantangan besar bagi kita semua, termasuk Pergunu dan JKSN,” katanya.

Di akhir sambutan, Wahyudie menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PW Pergunu dan PW JKSN yang baru dilantik serta berharap sinergi kedua organisasi dapat memperkuat NU dan umat Islam di Kalteng.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pergunu sekaligus Ketua Umum PP JKSN, KH Asep Saifudin Chalim, menegaskan bahwa Pergunu dan JKSN memiliki tujuan yang sejalan, yakni membangun pendidikan dan kaderisasi umat berbasis pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Asep Saifudin Chalim mengulas sejarah pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah berperan besar sejak sebelum kemerdekaan.

“Pesantren adalah lembaga pendidikan formal pertama di Indonesia. Dari pesantren lahir semangat perjuangan melawan penjajahan, karena ajaran pesantren adalah mencintai kemerdekaan dan membela bangsa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegagalan perlawanan bangsa Indonesia di masa lalu salah satunya disebabkan oleh perjuangan yang bersifat parsial dan tidak terorganisasi dengan baik.

“Karena berdiri sendiri-sendiri, perjuangan mudah dipatahkan penjajah. Ini pelajaran penting bagi kita hari ini, bahwa persatuan adalah kunci,” katanya.

Asep juga menegaskan bahwa paham Ahlussunnah wal Jamaah yang dianut NU adalah paham rahmatan lil alamin, inklusif, mengayomi, dan mengedepankan komunikasi yang baik dalam kehidupan sosial dan berbangsa.

“Berkomunikasi dengan baik kepada siapa pun adalah bagian dari iman. Inilah nilai yang harus terus diajarkan oleh Pergunu dan JKSN,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan ajakan agar Pergunu dan JKSN menjadi garda terdepan dalam menjaga ideologi kebangsaan, memperkuat pendidikan pesantren, dan menyiapkan kader-kader pemimpin umat di masa depan. (*rif/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#game daring #Kebangsaan #PW Pergunu #lembaga pendidikan #nahdlatul ulama #game online #paham menyimpang #paham radikal #Wahyudie F Dirun #organisasi keagamaan #nu #radikalisme