PALANGKA RAYA – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya kembali mengevakuasi seekor ular piton berukuran besar yang masuk ke kandang ternak ayam milik warga di Jalan Kariraman I Nomor 31, Jumat (30/1/2026). Ini merupakan kejadian kedua di lokasi yang sama.
Ular piton dengan panjang sekitar empat meter dan diameter tubuh kurang lebih empat inci tersebut diketahui telah memangsa sejumlah ayam petelur milik warga. Keberadaan reptil itu pertama kali diketahui oleh pemilik kandang saat hendak memberi pakan ternak.
Jafung Analis Kebakaran DKPP Kota Palangka Raya, Sucipto, mengatakan laporan diterima pada pagi hari dan langsung ditindaklanjuti oleh Tim Rescue Damkar.
“Pemilik kandang kaget saat membuka pintu kandang, karena melihat ular piton melingkar di lokasi yang sama seperti kejadian sebelumnya. Ukurannya bahkan lebih besar dari yang pertama,” ujar Sucipto.
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan di sekitar rumah warga tersebut sangat mendukung habitat ular piton. Di bagian belakang rumah dan kandang ternak masih terdapat pepohonan tinggi, semak belukar, serta area tanah yang lembap dan tergenang air.
“Kondisi seperti ini sangat disukai ular piton untuk bersembunyi dan berkembang biak. Apalagi warga memelihara ayam, itu menjadi sumber mangsa yang mudah,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Damkar bergerak cepat menuju lokasi. Sekitar tujuh menit setelah laporan diterima, petugas sudah tiba di tempat kejadian. Proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan khusus penjepit ular dan alat pendukung lainnya.
“Evakuasi berlangsung sekitar 45 menit. Ular sempat melakukan perlawanan, namun dapat dikuasai dengan aman karena tim bekerja sesuai prosedur dan saling mengawasi,” katanya.
Setelah berhasil diamankan, ular piton tersebut dimasukkan ke dalam karung tebal dan selanjutnya dilepasliarkan ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga.
Sucipto mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan tempat tinggal, serta menjaga kebersihan dan kerapian sekitar rumah untuk meminimalisir risiko kemunculan hewan liar.
“Kami minta warga tidak mencoba menangani sendiri. Segera laporkan agar bisa ditangani dengan aman, baik bagi warga maupun satwa tersebut,” pungkasnya. (*rif)
Editor : Ayu Oktaviana