PALANGKA RAYA – Di tengah minimnya kehadiran pemerintah, warga RT 003 Jalan Datah Ramai terpaksa bahu membahu membangun ulang jalan kayu yang roboh akibat tanah longsor. Longsor tersebut dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan itu pada Jumat sore (30/1/2026) lalu.
Pantauan di lokasi menunjukkan, jalan kayu yang menjadi satu-satunya akses warga ambruk setelah tanah di bawahnya tergerus air hujan. Tanpa menunggu bantuan, warga sekitar langsung berinisiatif memperbaiki jembatan darurat agar tetap bisa dilalui.
“Ini kejadiannya Jumat sore, setelah hujan lebat. Kalau tidak cepat diperbaiki, warga tidak bisa lewat sama sekali,” ujar Adi ketika ditemui di lokasi, Minggu (1/2/2026).
Padahal, revitalisasi Jalan Datah Ramai sejatinya sudah lama dijanjikan. Wacana perbaikan jalan tersebut bahkan disebut-sebut telah muncul sejak era Wali Kota Palangka Raya Tuah Pahoe.
Namun hingga kini, janji tersebut tak kunjung terealisasi. Jalan kayu yang rawan roboh masih menjadi tumpuan aktivitas warga setiap hari.
“Dulu juga sempat Pak Riban ke sini, ya mengukur-ngukur jalan. Kemudian Pak Fairid waktu kampanye juga sering ke sini. Tapi sampai sekarang belum ada juga gerakan dari pemerintah,” keluhnya.
Warga berharap pemerintah membangun jalan permanen seperti di kawasan Flamboyan. Menurut mereka, jalan beton atau cor akan jauh lebih aman dan menghilangkan rasa cemas setiap kali hujan turun.
Keluhan serupa disampaikan Aya, seorang penjual sembako yang sehari-hari melintasi jalan tersebut. Ia mengatakan, peristiwa jembatan roboh akibat longsor bukanlah hal baru baginya.
“Kalau jembatan roboh karena longsor itu sudah biasa. Sudah sering terjadi di sini,” kata Aya.
Ironisnya, seluruh proses perbaikan dilakukan secara swadaya. Warga mengaku tidak menerima bantuan apa pun, baik dari tingkat RT hingga pemerintah kelurahan dan kecamatan.
“RT juga tidak ada kasih bantuan paku. Lurah, camat juga tidak ada. Paling kemarin itu juga cuma datang foto-foto saja,” ungkap Aya dengan nada kecewa.
Kondisi ini menambah daftar panjang persoalan infrastruktur di kawasan bantaran dan jalan kayu Kota Palangka Raya. Warga berharap, pemerintah tidak hanya hadir saat kampanye atau dokumentasi, tetapi benar-benar merealisasikan janji pembangunan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (ham)
Editor : Ayu Oktaviana