PALANGKA RAYA – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan menjadi pintu awal dalam merumuskan usulan prioritas pembangunan yang selanjutnya dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan.
Usulan-usulan tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyusunan rencana pembangunan daerah Kota Palangka Raya.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Asisten II Setda Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, menjelaskan bahwa Musrenbang Kecamatan tahun 2026 disusun dengan mengacu pada tema pembangunan Kota Palangka Raya tahun 2027, yakni akselerasi pembangunan ekonomi dan infrastruktur, sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Palangka Raya Tahun 2025–2029.
Ia menegaskan, seluruh proses Musrenbang pada prinsipnya berangkat dari aspirasi masyarakat yang disampaikan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan, sebelum akhirnya sampai ke Pemerintah Kota Palangka Raya.
“Musrenbang ini intinya adalah usulan dari masyarakat yang disampaikan melalui tahapan kelurahan dan kecamatan, sehingga sampai ke pemerintah kota,” jelasnya, di Aula Kantor Kecamatan Jekan Raya, Senin (2/2).
Namun demikian, Samsul menambahkan bahwa perencanaan pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga mengakomodasi pendekatan bottom-up. Artinya, selain usulan masyarakat, pemerintah juga memiliki program prioritas yang harus diselaraskan.
“Setiap usulan, akan dirembuk bersama, ada usulan dari masyarakat dan ada juga usulan dari pemerintah,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa setiap usulan tetap harus mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Kota serta Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD), sehingga sinkronisasi menjadi hal yang mutlak dilakukan.
“Usulan ini akan kita sinkronkan, termasuk aspirasi yang diterima oleh DPRD, baik aspirasi masyarakat maupun aspirasi dari daerah pemilihan,” ujarnya.
Samsul berharap seluruh usulan prioritas dapat terakomodasi, meski diakui saat ini pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran akibat adanya pengurangan dana yang terjadi secara nasional.
“Mudah-mudahan semua bisa terakomodir dengan melihat jumlah anggaran yang tersedia. Kita tahu saat ini terjadi pengurangan-pengurangan dana secara nasional, namun Pemkot Palangka Raya tetap mengedepankan tujuan RPJMD serta visi dan misi Wali Kota,” tegasnya.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam Musrenbang Kecamatan, ia optimistis akan lahir usulan-usulan pembangunan yang benar-benar prioritas dan mampu mencerminkan wajah pembangunan Kota Palangka Raya ke depan. (ham)
Editor : Ayu Oktaviana