KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan cuaca dini untuk Minggu (15/2/2026).
Dalam peringatan dini itu, langit Kalimantan Tengah diperkirakan masih akan didominasi awan tebal pada akhir pekan ini.
Aktivitas atmosfer yang cukup dinamis membuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk bagian utara Kotawaringin Timur.
Berdasarkan analisis dari BMKG, terdapat aktivitas Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Kalimantan Tengah.
Selain itu, terpantau adanya belokan angin serta perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
“Kondisi ini diperkuat oleh kelembapan udara yang cukup basah dan labilitas lokal yang kuat, sehingga berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” tulis BMKG dalam rilisnya, Sabtu (14/2/2026).
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kotawaringin Timur bagian utara, Katingan bagian utara, Barito Utara, dan Murung Raya.
Secara umum, suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi.
BMKG juga mengingatkan potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Hujan tersebut berpotensi disertai kilat, angin kencang, bahkan angin puting beliung.
“Masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak yang mungkin timbul, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” lanjut keterangan tersebut.
Secara rinci, sejumlah daerah diperkirakan mengalami hujan ringan pada waktu tertentu. Pangkalan Bun berpotensi hujan pada pagi dan siang hari, Sukamara serta Kuala Pembuang pada pagi hari, dan Nanga Bulik pada siang hari. Sementara Tamiang Layang, Puruk Cahu, Muara Teweh, serta Buntok diprediksi mengalami hujan ringan pada malam hari.
Adapun Sampit, Pulang Pisau, dan Palangka Raya diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Sukamara mencapai 15 kilometer per jam, sedangkan tingkat kelembapan udara di beberapa wilayah seperti Sukamara, Nanga Bulik, dan Kasongan dapat menyentuh angka 100 persen.
BMKG mengingatkan warga untuk memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala serta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah rawan bencana. (mif)
Editor : Agus Pramono