PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) membuka program vokasi Diploma 1 (D-1) secara gratis bagi lulusan SMA, SMK, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan keterampilan kerja.
Program ini disiapkan sebagai strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia agar siap memasuki pasar tenaga kerja di sektor unggulan daerah.
Asisten Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, menegaskan bahwa program tersebut terbuka luas bagi masyarakat.
“Iya, semua bisa. Lulusan SMA, SMK atau sederajat, bahkan masyarakat dari daerah terpencil yang mungkin pernah kuliah tapi ingin mengasah keterampilan vokasinya juga bisa ikut. Supaya siap masuk pasar tenaga kerja, baik pertanian, perkebunan, pertambangan, maupun bidang lainnya,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, kebijakan ini selaras dengan visi Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran agar setiap rumah tangga minimal memiliki satu sarjana, termasuk dari jalur diploma ahli pratama.
Untuk tahap awal, Pemprov menyiapkan kuota sekitar 1.000 mahasiswa. Mekanisme penjaringan akan diumumkan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja, dengan prioritas bagi masyarakat wilayah 3T serta yang memiliki KTP dan KK Kalimantan Tengah.
“Akan diumumkan mekanismenya. Kita prioritaskan wilayah 3T dan yang ber-KTP serta ber-KK Kalteng. Tahap pertama ini sekitar seribu mahasiswa,” jelasnya.
Program D-1 tersebut dirancang berbasis kebutuhan industri. Pemprov akan menjalin kerja sama dengan perusahaan sektor pertanian, perkebunan, cetak sawah, hingga dunia usaha lainnya agar lulusan dapat langsung terserap.
“Nanti praktiknya juga di lokasi kerja. Bahkan dimungkinkan saat praktik mereka sudah menerima gaji jika memang diperlukan. Perusahaan tidak perlu lagi menyekolahkan, karena kita sudah siapkan tenaga ahlinya,” katanya.
Selain perkuliahan di Palangka Raya, Pemprov juga mempertimbangkan pembukaan kelas di sejumlah kabupaten untuk menekan biaya hidup mahasiswa.
“Gratis ya gratis. Kami masih melihat skemanya, karena kalau ke Palangka Raya kan ada biaya kos dan lain-lain. Jadi dimungkinkan buka kelas di daerah,” ujarnya.
Rekrutmen dimulai tahun ini, sementara perkuliahan akan mengikuti tahun ajaran baru pada Agustus mendatang.
Program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga terampil lokal yang kompeten dan berdaya saing, sehingga putra-putri Kalimantan Tengah dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. (*rif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana