Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Realisasi Cetak Sawah di Kalteng Capai 53,31 Persen, Gubernur Agustiar Sabran Tekankan Kesiapan SDM Pertanian

Agus Pramono • Jumat, 20 Februari 2026 | 10:45 WIB
H Agustiar Sabran
H Agustiar Sabran

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan bahwa program cetak sawah dan penguatan ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada perluasan lahan, tetapi juga pada penyiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan Agustiar saat menjadi narasumber Rapat Pimpinan (Rapim) Kepolisian RI Tingkat Polda Kalteng yang digelar di Gedung Graha Bhayangkara, Rabu (18/2/2026).

“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan membuka lahan. Sumber daya manusianya harus kita siapkan. Kalau SDM tidak siap, program sebesar apa pun tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalteng terus mendorong program Cetak Sawah Rakyat sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan nasional.

Hingga kini, realisasi cetak sawah di Kalteng telah mencapai 53,31 persen dari target nasional seluas 225 ribu hektare.

Sementara pada tahun 2025, Kalteng menargetkan pembukaan 85.740 hektare lahan sawah baru.

Dalam mendukung keberlanjutan program tersebut, Gubernur menekankan pentingnya regenerasi petani dengan melibatkan anak-anak muda agar pertanian tidak ditinggalkan oleh generasi berikutnya.

Menurutnya, sektor pertanian harus dikelola secara modern dan profesional sehingga mampu menarik minat generasi muda untuk terjun langsung.

Upaya modernisasi itu diperkuat melalui penyaluran 1.308 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) ke berbagai daerah di Kalteng. Bantuan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja petani, sekaligus mengubah wajah pertanian menjadi lebih maju dan berbasis teknologi.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyiapkan berbagai pelatihan dan penguatan kapasitas SDM pertanian, termasuk pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan dunia kerja pertanian.

Skema ini diharapkan mampu melahirkan petani muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan daya saing tinggi.

“Kita ingin anak-anak daerah tidak hanya jadi penonton. Orang lokal harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, termasuk di sektor pertanian,” ujar Agustiar.

Dengan penguatan cetak sawah, modernisasi pertanian, serta regenerasi petani muda, Kalteng optimistis dapat menjadi salah satu lumbung pangan nasional yang berkelanjutan. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan ketahanan pangan demi kesejahteraan masyarakat. (ovi)

Editor : Ayu Oktaviana
#ketahanan pangan #pertanian #kesejahteraan masyarakat #Cetak Sawah Rakyat #Lumbung Pangan Nasional #Pemerintah Provinsi Kalteng #alsintan #program cetak sawah #H Agustiar Sabran