PALANGKA RAYA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf melakukan kunjungan ke Kampus Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITSNUKA) yang berlokasi di kompleks Pusdik NU, Jalan RTA Milono Km 3,5, Kota Palangka Raya.
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung geliat perkembangan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang resmi berdiri pada 16 Februari 2022 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Yahya didampingi salah satu Ketua PBNU, KH Miftah Faqih. Kehadiran pimpinan tertinggi PBNU ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika ITSNUKA, yang tengah mengakselerasi pembangunan kelembagaan dan penguatan akademik.
Gus Yahya yang akan mengakhiri periode pertama jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU pada 2026 mendatang, meninjau langsung gedung kampus yang dibangun di atas lahan seluas 70 x 40 meter.
Gedung tersebut berdiri di atas tanah bersertifikat hak milik yang sebelumnya diserahkan oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, M.Si kepada Pelaksana Tugas Rektor ITSNUKA Dr. M. Mukhlas Roziqin dalam acara di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, pada 11 Desember 2025 lalu.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Yahya mengecek kondisi ruang-ruang kuliah di lantai satu dan lantai dua, termasuk bangunan laboratorium.
Ia didampingi jajaran pejabat struktural kampus serta Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah yang baru terpilih Dr Wahyudie F Dirun.
Pada sesi dialog bersama mahasiswa, dosen, dan pimpinan kampus, Gus Yahya menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sebagai fondasi utama pengembangan perguruan tinggi NU.
Ia juga mendorong ITSNUKA untuk membangun jejaring (relationship) dengan kampus-kampus ternama yang berintegritas dan berkaliber internasional, bahkan jika memungkinkan menjajaki kerja sama langsung dengan perguruan tinggi luar negeri.
Penekanan tersebut, menurut Gus Yahya, juga berlaku bagi seluruh PTNU di bawah perkumpulan NU yang jumlahnya mencapai 43 perguruan tinggi, serta 286 perguruan tinggi yang berafiliasi dengan NU di berbagai daerah.
Pelaksana Tugas Rektor ITSNUKA Dr. M. Mukhlas Roziqin mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai membuka jejaring internasional. Ia menyampaikan kepada Gus Yahya bahwa pada 9 Februari lalu dirinya baru kembali dari Uzbekistan untuk menjajaki nota kesepahaman (MoU) dengan Bukhara State University di Kota Buxoro dan International Islamic Academy of Uzbekistan (IIAU) di Tashkent.
“Saat itu juga saya sampaikan bahwa pada 9 Februari kemarin baru saja datang dari Uzbekistan untuk penjajakan MoU di dua kampus, yakni Bukhara State University dan International Islamic Academy of Uzbekistan. Gus Yahya tampak senang mendengarnya,” ujar Roziqin, Rabu (18/2/2026).
Selain kerja sama akademik, ITSNUKA juga menyiapkan konsep pengembangan kampus berbasis asrama. Roziqin menyebutkan pihaknya telah menyiapkan lahan yang cukup luas untuk meniru konsep dormitory seperti yang diterapkan di dua kampus di Uzbekistan, mengingat luasnya wilayah geografis Provinsi Kalimantan Tengah yang menjadi daerah asal calon mahasiswa.
“Saya juga sampaikan bahwa kita siap lahan luas untuk meniru konsep dormitory seperti dua kampus di Uzbekistan itu, mengingat geografis asal calon mahasiswa di provinsi kita yang luas ini. Sedangkan untuk MoU dalam negeri, kita sudah banyak lakukan,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan kader NU untuk mengisi dan mengembangkan kampus-kampus NU di masa depan. Ia mendorong pengelola ITSNUKA untuk belajar manajemen pendidikan tinggi dari kampus-kampus maju agar tata kelola kelembagaan semakin profesional dan berdaya saing.
Kampus NU diharapkan tetap mengusung nilai toleransi dan kemajemukan sebagai jati diri Nahdlatul Ulama. Menurutnya, ITSNUKA harus menjadi ruang inklusif bagi seluruh anak bangsa, tanpa memandang latar belakang agama dan suku.
“Sangat boleh bila dosen dan mahasiswa yang masuk ke sini beragam latar belakang agama dan suku. Non-Muslim silakan menimba ilmu di kampus NU,” pungkasnya. (zia/ala)
Editor : Ayu Oktaviana