Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Menu Nasi Diganti Roti dan Susu, MBG di Palangka Raya Tetap Hadir di Bulan Puasa

Agus Pramono • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:20 WIB

Murid SDN-8 Palangka membawa paket MBG dari sekolahnya. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Murid SDN-8 Palangka membawa paket MBG dari sekolahnya. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Palangka Raya tetap berjalan selama bulan Ramadan. Hanya saja, menu yang dibagikan kepada siswa mengalami penyesuaian.

Jika sebelumnya berupa makanan berat lengkap dengan nasi dan lauk, kini paket MBG lebih banyak berisi makanan ringan bergizi yang praktis dikonsumsi saat berbuka puasa.

Salah satu siswa, Avrelinno, mengungkapkan bahwa pembagian MBG tetap diterima meski dalam bentuk berbeda. “Iya kita tetap dapat MBG kaya roti, susu, telor rebus. Makanannya itu lebih ke snack aja si bukan yang makanan berat gitu,” ungkapnya kepada Kalteng Pos, Senin (23/2/2026).

Menurutnya perubahan menu tersebut cukup dimaklumi mengingat kondisi Ramadan. Paket yang dibagikan dinilai lebih fleksibel karena bisa disimpan dan dikonsumsi saat berbuka puasa di rumah.

Hal itu juga dinilai membantu siswa yang menjalankan ibadah puasa agar tetap mendapatkan asupan gizi.

Avrelinno juga menjelaskan, selama libur sekolah sepekan lalu, pembagian MBG tetap berlangsung meski tidak setiap hari.

Mekanisme pengambilan dilakukan dengan sistem rapel setiap tiga hari sekali.

“Pas libur itu disuruh ambil MBG juga cuma tiap tiga hari sekali, misalnya hari Senin, Selasa dan Rabu itu pembagian MBG-nya di hari Senin,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai siswa nonmuslim, ia menyampaikan harapannya terkait mekanisme pembagian selama Ramadan.

Ia mengaku lebih memilih bisa mengonsumsi makanan di sekolah seperti membeli di kantin, namun tetap menghargai teman-temannya yang berpuasa.

“Kalo aku maunya beli makan di kantin aja atau makan MBG nya langsung di sekolah cuma enggak enak sama temen yang puasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Fauzi, siswa kelas XI, turut membenarkan adanya perbedaan menu MBG selama Ramadan. Ia mengatakan paket yang diterima kali ini terdiri dari roti, pisang, serta telur rebus, baik telur ayam maupun telur puyuh.

“Kalau yang sekarang ini dapatnya sedikit kaya roti, pisang, telor rebus dua jenis itu kaya telor ayam sama burung puyuh,” tuturnya.

Meski demikian, Fauzi tidak mempermasalahkan perubahan tersebut. Ia menilai kebijakan itu kemungkinan disesuaikan dengan suasana Ramadan agar makanan lebih tahan lama dan bisa dinikmati saat berbuka.

“Kalo biasanya kan nasi sama lauk gitu, ini kaya snack aja di bungkus plastik tadi di bagi pake totebag tapi udah di kembalikan. Mungkin karena Ramadan juga biar awet sekalian dimakan pas buka,” terangnya.

Kemudian di SD Negeri 8 Palangka, sebanyak 125 siswa tetap menerima manfaat MBG dengan sistem pembagian saat pulang sekolah agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah puasa dan kondusivitas proses belajar-mengajar.

Kepala SD Negeri 8 Palangka, Eny Oktavia, S.Th., M.Pd menjelaskan bahwa selama Ramadan, menu MBG disesuaikan menjadi makanan kering dan tahan lama, sehingga dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa di rumah. Hal tersebut disampaikan Eny saat ditemui di sekolah yang berlokasi di Jalan Pierre Tendean, Palangka Raya, Senin (23/2).

“Selama Ramadan, MBG tetap berjalan. Namun karena siswa berpuasa, makanan tidak dibagikan di kelas, melainkan saat pulang sekolah agar tidak mengganggu konsentrasi belajar dan suasana kelas tetap kondusif,” ujar Eny.

Pada hari pertama pelaksanaan MBG selama Ramadan, menu yang dibagikan berupa makanan kering setengah matang yang aman dan dapat diolah kembali di rumah. Menu tersebut terdiri dari ayam ungkep, tahu dua potong dan tempe dua potong yang telah diungkep, dua potong roti, serta buah kurma, yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalteng.

Setiap paket MBG dilengkapi dengan keterangan menu, cara pengolahan makanan, serta tanggal kedaluwarsa. Cara pengolahan yang dianjurkan antara lain dikukus, digoreng, atau dipanggang, sehingga tetap layak dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Kemasannya aman, rapi, dan higienis. Bahkan kandungan gizinya selalu dibagikan, sehingga orang tua juga mengetahui manfaat menu yang diterima anak,” katanya.

Ia menegaskan, sebelum makanan diterima, pihak sekolah selalu melakukan pengecekan bersama tim MBG sekolah. Tim ini terdiri dari kepala sekolah sebagai penanggung jawab, guru, serta petugas yang ditunjuk khusus untuk memastikan kualitas, jumlah, dan kelayakan makanan.

“Setiap makanan yang datang dicek terlebih dahulu. Jika ada yang kurang atau kemasannya rusak, langsung kami laporkan. Selama ini tidak ada masalah berarti, dan tidak pernah ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan,” tegas Eny.

Program MBG mendapat respons positif dari siswa. Alifa (11), siswi kelas V yang menjalani puasa penuh, mengaku senang dengan adanya MBG meski selama Ramadan dibawa pulang.

“Senang saja. Biasanya makanannya habis. Kadang bingung juga nanti bentuknya gimana, tapi tetap suka,” ujarnya.

Sementara Brian (11), murid kelas V yang beragama Kristen, menyatakan tidak keberatan MBG dibagikan saat pulang sekolah. “Nggak apa-apa. Biasanya juga habis dimakan di rumah,” katanya.

Keduanya sepakat bahwa variasi menu membuat MBG selalu dinanti. Menu favorit seperti burger, mi ayam, hingga dimsum kerap menjadi harapan peserta didik.

Eny berharap program MBG terus berlanjut dengan tetap memperhatikan higienitas, ketahanan makanan, kandungan gizi, serta variasi menu. Ia juga meminta pemerintah dan penyedia MBG terus menanggapi masukan masyarakat secara terbuka.

“Bagi kami, MBG sangat membantu, terutama bagi siswa dari keluarga yang membutuhkan. Ini bukan sekadar makan, tetapi investasi untuk kesehatan dan masa depan anak-anak,” pungkasnya. (afa/ovi/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#Menu MBG #makanan berat #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG #Konsentrasi Belajar #Paket MBG #SMAN 1 Palangka Raya #kesehatan #ibadah puasa #kandungan gizi #makanan kering #ramadan #ayam ungkep #snack #kedaluwarsa #Makan Bergizi Gratis (MBG) #makanan ringan #higienitas #asupan gizi