PALANGKA RAYA–Desa Dambung yang dahulu masuk Kabupaten Barito Timur (Bartim) resmi lepas ke Kalimantan Selatan (Kalsel).
Terbitnya Permendagri Nomor 40 Tahun 2018 membuat desa yang dahulunya masuk Kecamatan Dusun Tengah kini masuk wilayah Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Kalsel.
Anggota DPR RI Bias Layar menjadi tokoh Kalteng yang sangat totalitas dalam memperjuangkan Desa Dambung, agar bisa kembali ke wilayah Kalteng. Menurut Bias Layar mayoritas masyarakat desa setempat juga ingin tetap menjadi bagian wilayah Kalteng.
“Peluang Desa Dambung bisa kembali ke Kalteng sangat besar,” ucap Bias Layar saat berbincang dengan Kalteng Pos di Kopi Jos, Palangka Raya, Rabu malam (25/2/2026).
Politisi Partai Golkar mengakui sangat menyayangkan Desa Dambung bisa lepas dari Kalteng. Karena asal-usul baik itu secara adminitratif, sejarah maupun budaya, Desa Dambung sangat kental dengan Kalteng.
“Di sana banyak sandung dan ciri khas dayak lainnya, tidak ada di daerah lain seperti itu selain di Kalteng, jadi ini sudah menjadi bukti kuat sebenarnya,” ungkap Bias Layar yang genap berusia 45 tahun pada Kamis 26 Februari 2026 ini.
Oleh sebab itu, lanjut Bias Layar, dirinya akan terus berjuang agar Permendagri Nomor 40 Tahun 2018 tersebut dibatalkan.
Dan daerah sendiri punya kesempatan untuk melakukan uji materil ke Mahkamah Agung (MA) untuk pembatalan Permendagri tersebut.
“Kita masih punya kesempatan puluhan kali bisa melakukan judicial review,” tegas tokoh yang juga Ketua Kerukunan Warga Dayak (KWD) Dusun Maanyan dan Lawangan (Dusmala) periode 2022-2027 ini.
Silaturahmi Dengan Awak Media
Sementara itu, dalam kesempatan itu, wakil rakyat Dapil Kalteng dari Fraksi Partai Golkar ini juga, menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama insan pers, sekaligus dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama. Dihadiri oleh awak media cetak, elektronik, serta media daring di wilayah Kalteng.
Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan serta meningkatkan sinergi antara wakil rakyat dan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Bias Layar menyampaikan bahwa peran media sangat penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik, khususnya terkait pelaksanaan tugas dan fungsi anggota legislatif di tingkat pusat. Ia berharap komunikasi yang terjalin dapat semakin solid dan konstruktif.
Selain menjadi ajang berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi ringan terkait berbagai isu pembangunan dan aspirasi masyarakat di Kalimantan Tengah.
Acara berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang positif antara legislatif dan insan pers di daerah.
Bias Layar, menegaskan pentingnya kolaborasi antara wakil rakyat dan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah.
“Media adalah mitra strategis kami dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Sinergi ini harus terus dijaga agar komunikasi antara legislatif dan publik berjalan transparan,” ujar Bias Layar.(ala)
Editor : Ayu Oktaviana