BULAN Ramadan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi penderita gangguan lambung, khususnya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Dokter Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis (AIFO-K) di RSUD Doris Sylvanus, Theodorus Sapta Atmadja, mengingatkan pentingnya pengaturan pola makan dan kebiasaan agar gejala tidak kambuh saat berpuasa.
“GERD adalah gastroesophageal reflux disease, yaitu kelainan fungsi katup antara kerongkongan dan lambung. Katupnya lemah sehingga isi lambung bisa naik kembali ke kerongkongan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, keluhan yang umum dirasakan penderita GERD antara lain rasa terbakar di dada, mual, kembung, dan sendawa terus-menerus. Berbeda dengan dispepsia atau gastritis yang lebih bersifat gangguan fungsi akibat asam lambung tinggi, GERD berkaitan dengan kelemahan katup lambung.
Hindari Kebiasaan Pemicu
Menurutnya, kebiasaan buruk menjadi pemicu utama kekambuhan. Tidur segera setelah makan, konsumsi makanan pedas, asam, berlemak, minuman bersoda, serta kopi berlebihan dapat memperparah kondisi.
“Kalau habis makan jangan langsung tidur. Minimal dua jam sebelum tidur tidak ada makanan berat yang masuk. Minum boleh tapi jangan berlebihan,” tegasnya.
Saat Ramadan, ia menyarankan berbuka dan sahur dengan porsi wajar serta menghindari makan berlebihan ketika berbuka.
Makanan rebusan dan kukusan lebih dianjurkan, meskipun gorengan masih diperbolehkan dalam jumlah terbatas. Teh boleh dikonsumsi asalkan tidak terlalu pekat, sementara air putih tetap menjadi pilihan terbaik.
Atur Jeda Sebelum Olahraga
Terkait aktivitas fisik, dr. Theodorus mengingatkan agar penderita GERD tidak mengonsumsi makanan berat sebelum berolahraga, terutama latihan angkat beban.
“Kalau mau olahraga, beri jarak dua jam setelah makan. Jangan habis makan nasi porsi besar lalu setengah jam kemudian angkat beban,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik jika gejala muncul saat berpuasa. Antasida atau obat penurun asam lambung dapat digunakan sesuai anjuran medis, disertai perbaikan pola hidup.
“Intinya, atur pola makan, atur kebiasaan, jangan habis makan langsung tidur. Itu kunci utama mencegah GERD kambuh saat puasa,” pungkasnya. (afa/ram)
Editor : Ayu Oktaviana