KALTENGPOS.JAWAPOS.COM—Puluhan pemuda Kota Palangka Raya terlihat ramai di sepanjang jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, kawasan Sanaman Mantikei pada Sabtu (7/3/2026) malam.
Kawasan yang sering kali menjadi tempat aksi balap liar ini, berubah menjadi arena balap lari tanpa alas kaki.
"Ini langkah preventif kami, untuk mencegah aksi balap liar dan permasalahan tawuran di Kota Palangka Raya. Untuk membangun Kalimantan Tengah lebih kondusif di bulan suci Ramadan" jelas Nahason, Ketua Aliansi Pemuda Peduli Kalteng saat dibincangi.
Sebanyak 40 pemuda Kota Palangka Raya terlibat dalam perlombaan ini.
Dalam setiap putaran, empat peserta bertanding dan diambil satu pemenang untuk babak penyisihan. Dari total pendaftar, menyisakan 12 peserta lomba lari untuk melanjutkan ke babak final.
"Pendaftaran gratis. Untuk pemenang lomba disiapkan hadiah dari internal panitia. Lomba ini tidak mengandung unsur judi," tegas Nahason.
Lomba lari 'nyeker' 100 meter yang dimulai pukul 21.00 WIB ini, telah mengantongi izin dari Polresta Palangka Raya serta rekomendasi penggunaan jalan dari Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya.
"Harapannya pemerintah daerah bisa mendukung aktivitas positif ini untuk menjadi alternatif kegiatan pemuda di Kota Palangka Raya, untuk mencegah aksi balap liar dan menjaga situasi kota tetap kondusif," tutupnya.
Editor : Ayu Oktaviana