PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan dan program pemerintah daerah tidak terlepas dari dukungan serta doa masyarakat Kalimantan Tengah.
Hal tersebut disampaikan Agustiar saat dialog bersama awak media dan lembaga swadaya masyarakat di Istana Isen Mulang, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kekuatan penting bagi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Karena itu, ia berharap masyarakat terus memberikan doa dan dukungan agar pemerintah provinsi dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Ini semua berkat doa-doa masyarakat. Kami terus berikhtiar untuk masyarakat Kalteng. Doa bapak ibu sekalian sangat penting agar kami bersama wakil gubernur dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya.
Tekankan Nilai Kebersamaan Huma Betang
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, persatuan, serta semangat gotong royong dalam membangun Kalimantan Tengah.
Ia menyebut nilai-nilai Huma Betang sebagai simbol kebersamaan masyarakat Kalimantan Tengah yang harus terus dijaga.
Menurutnya, filosofi Huma Betang tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Dayak, tetapi juga mencerminkan semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat di Bumi Tambun Bungai.
“Kita ini punya identitas dan simbol kebersamaan. Huma Betang itu melambangkan persatuan kita. Karena itu kita harus menjaga nilai-nilai tersebut dalam membangun daerah,” ungkapnya.
Terbuka Terhadap Kritik
Selain menekankan pentingnya persatuan, Agustiar juga mengajak seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat sipil, untuk terus memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
Baca Juga: Pemprov Kalteng Pangkas Anggaran Imbas Berkurangnya TKD dari Pusat, Berikut yang Diutamakan
Ia menilai kritik yang konstruktif sangat penting sebagai bentuk pengawasan agar program pembangunan dapat berjalan lebih baik dan tepat sasaran.
Agustiar juga mengakui bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah tidak selalu sempurna. Karena itu, peran masyarakat dan media sangat dibutuhkan dalam memberikan saran serta masukan bagi pemerintah.
“Karena apa yang dibuat manusia tentu tidak sempurna. Oleh karena itu kami terbuka terhadap masukan dari bapak ibu sekalian agar pembangunan di Kalteng bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya. (rif/ovi/ram)
Editor : Ayu Oktaviana