PALANGKA RAYA - Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) mengikuti Program Guru Muda yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Harati Pama.
Program yang berlangsung sejak Februari - Juni 2026 ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) dengan fokus pada penguatan literasi dan numerasi di daerah pelosok Kalimantan Tengah.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Palangka Raya yang tergabung dalam Program Guru Muda ini adalah Sriafni Y Siburian, Rifan Andika Manalu, dan Dwi Lestari Kusumaningtyas.
Ketiganya merupakan mahasiswa semester 6 yang terlibat sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik di daerah terpencil.
Mereka ditempatkan di sekolah yang berbeda sesuai kebutuhan. Sriafni Y Siburian ditempatkan di SMPN 3 Kapuas Tengah Satap dengan tugas mengajar IPS dan Matematika. Rifan Andika Manalu ditempatkan di SMPN 4 Kapuas Tengah dengan tanggung jawab mengajar IPS.
Sedangkan Dwi Lestari Kusumaningtyas mengajar mata pelajaran Ekonomi di SMAS PGRI Tumpung Laung, Kabupaten Barito Utara.
Ketiganya memiliki tugas utama dalam penguatan literasi dan numerasi di sekolah masing-masing. Kehadiran mahasiswa ini memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran.
Siswa menjadi lebih aktif, pemahaman meningkat, serta mulai terbiasa dengan kegiatan literasi dan numerasi dalam pembelajaran sehari-hari. Selain itu, suasana belajar menjadi lebih interaktif melalui metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual.
Program Guru Muda ini juga memberikan berbagai manfaat. Bagi siswa, program ini membantu meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis serta menyelesaikan permasalahan sehari-hari melalui penguatan literasi dan numerasi.
Bagi sekolah dan guru, program ini membantu mengatasi keterbatasan tenaga pendidik serta menjadi sarana berbagi metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.
Sementara itu, bagi mahasiswa, program ini menjadi wadah untuk mengembangkan kompetensi mengajar, melatih kemandirian, serta menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
“Menurut saya, kehadiran Guru Muda ini sangat membantu, khususnya bagi sekolah-sekolah binaan yang masih kekurangan tenaga pendidik. Dengan adanya Guru Muda, beban guru di sekolah bisa lebih terbagi dan proses pembelajaran jadi lebih optimal,” kata Nopri Hidayat seorang anggota Yayasan Bina Harati Pama.
Selain itu, kontribusi Guru Muda juga terasa dalam mendukung program Yayasan Bina Harati Pama (YBHP), terutama dalam peningkatan literasi dan numerasi siswa. Dampaknya tidak hanya ke siswa, tapi juga membantu mendorong pencapaian KPI sekolah binaan agar lebih baik.
“Saya pribadi melihat program ini sangat positif dan strategis untuk terus dikembangkan. Namun tentu ke depan tetap perlu evaluasi dan penguatan agar peran Guru Muda bisa semakin maksimal dan berkelanjutan,” katanya.
Program Guru Muda merupakan bentuk komitmen Yayasan Bina Harati Pama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah pelosok secara berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat bagi sekolah dan siswa, program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi mengajar serta membentuk karakter yang mandiri, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial. Ke depan, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas dan optimal. (hms/sma)
Editor : Agus Pramono