Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

APBD Kalteng Terpangkas 50 Persen, Agustiar Sabran: Program yang Menyentuh Rakyat Tetap Prioritas

Agus Pramono • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:00 WIB

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng dr Linae Victoria Aden. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng dr Linae Victoria Aden. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA – Di tengah tekanan fiskal yang membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 terpangkas hampir 50 persen, Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program prioritas berbasis masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menggelar silaturahmi dan halal bihalal bersama organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Istana Isen Mulang, Minggu (29/3/2026).

APBD Kalteng Tahun 2026 turun signifikan dari sekitar Rp10,3 triliun pada 2025 menjadi Rp5,4 triliun. Meski demikian, pemerintah provinsi memastikan pelayanan publik dan program strategis tetap berjalan dengan prinsip efektivitas dan efisiensi.

“Kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kami tetap bertekad melaksanakan program-program prioritas yang berbasis masyarakat, yang menyentuh langsung kebutuhan dan kepentingan rakyat, dengan mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, dan tepat sasaran,” tegas Agustiar yang saat acara tersebut didampingi juga oleh Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng dr Linae Victoria Aden.

Menurut gubernur, tantangan fiskal saat ini menuntut pemerintah melakukan penajaman kebijakan dan memastikan setiap anggaran benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia mengakui tantangan pembangunan ke depan tidak ringan. Karena itu, sinergi seluruh elemen, termasuk generasi muda, menjadi kunci agar arah pembangunan tetap terjaga di tengah keterbatasan anggaran.

Gubernur juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, namun harus dikelola dalam semangat kebersamaan dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Pada kesempatan tersebut, gubernur menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.

“Saya memandang bahwa pemuda dan mahasiswa adalah kekuatan moral sekaligus kekuatan intelektual yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta mendorong kemajuan pembangunan daerah,” ujar Agustiar.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda bukan sekadar simbolis, melainkan harus terwujud dalam partisipasi aktif, baik melalui penyampaian gagasan, penguatan literasi kebijakan publik, hingga kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalteng membuka ruang dialog dan kolaborasi seluas-luasnya. Forum silaturahmi tersebut diharapkan menjadi titik temu untuk menyamakan langkah dan membangun kerja sama konstruktif demi kemajuan daerah.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga mengajak pemuda dan mahasiswa turut menyukseskan implementasi program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Peran saudara-saudara sangat penting, baik sebagai penyambung informasi kepada masyarakat, pengawal kebijakan, maupun sebagai mitra kritis yang konstruktif dalam memastikan program ini berjalan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia berharap dari forum tersebut lahir gagasan-gagasan yang solutif, inovatif, dan aplikatif, sehingga kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda benar-benar menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin maju dan sejahtera. (ovi/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#dr Linae Victoria Aden #pelayanan publik #pembangunan daerah #Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) #APBD Kalteng #program prioritas #Kartu Huma Betang Sejahtera #kebijakan publik