Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik

Program MBG di Palangka Raya Belum Merata, Penerima Dipangkas dari 3.500 Jadi 2.000

Agus Pramono • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:30 WIB

Siswa kelas II di SDN 2 Palangka saat sedang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dibagikan. SHAFA/KALTENG POS
Siswa kelas II di SDN 2 Palangka saat sedang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dibagikan. SHAFA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya hingga kini belum merata, khususnya di wilayah penjuru kota. Sejumlah sekolah di daerah terpencil masih belum mendapatkan layanan akibat berbagai keterbatasan di lapangan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pelaksanaan program tersebut. Namun, distribusi layanan belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Sejak awal sudah kami komunikasikan dengan pihak terkait. Namun dengan kondisi saat ini, tidak semua daerah langsung terjangkau karena keterbatasan mitra,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan mitra penyedia layanan belum sepenuhnya mencapai keseluruh wilayah.

Hal ini menyebabkan ketimpangan distribusi, sebab dalam satu kawasan masih terdapat sekolah yang belum terlayani.

“Contohnya di Kalampangan, ada sekolah yang tidak tercover seperti SDN 3 Kereng Bangkirai, sementara sekolah di sekitarnya sudah mendapatkan layanan,” katanya.

Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari masyarakat yang merasa belum mendapatkan perhatian yang sama. Pemerintah pun melakukan penyesuaian untuk mengatasi keterbatasan yang ada.

Salah satu langkah yang diambil adalah pengurangan kapasitas penerima manfaat dari sekitar 3.500 menjadi 2.000 orang. Penyesuaian ini dilakukan agar layanan yang tersedia bisa lebih terdistribusi, meski belum sepenuhnya merata.

“Awalnya kan dalam satu dapur ada sekitar 3.500 penerima supaya bisa menjangkau ya di perkecil dapurnya dengan begitu pembangunan ke daerah yang belum tercapai seperti di pelosok bisa ikut merasakan manfaat dari MBG,” tuturnya.

Sampai dengan saat ini pihaknya masih terus berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak dapur meskipun mendapati beberapa kendala, antar pihak sempat terhambat akibat adanya pergantian personel. Hal ini berdampak pada belum optimalnya pelaporan dan tindak lanjut terhadap sekolah-sekolah yang belum terjangkau layanan MBG. (afa)

Editor : Ayu Oktaviana
#Mbg #kota palangka raya #Makan Bergizi Gratis (MBG) #penerima manfaat #Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya