Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dinas Pendidikan Palangka Raya Memasukkan Kesenian Karungut di Dalam Ekstrakurikuler

Ilham • Sabtu, 4 April 2026 | 16:00 WIB
Kesenian karungut di CFD Palangka Raya.
Kesenian karungut di CFD Palangka Raya.

 

PALANGKA RAYA-Kesenian tradisional karungut terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan. Meski belum menjadi mata pelajaran khusus yang berdiri sendiri, unsur seni karungut sudah mulai diajarkan di sejumlah sekolah di Kota Palangka Raya melalui berbagai bentuk pembelajaran.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Manan menyampaikan saat ini karungut umumnya diajarkan melalui mata pelajaran seni budaya, muatan lokal budaya daerah, serta kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Secara umum memang belum semua sekolah memiliki mata pelajaran khusus karungut sebagai kurikulum atau muatan lokal yang berdiri sendiri. Namun unsur kesenian karungut sudah mulai diajarkan di beberapa sekolah melalui pelajaran seni budaya, muatan lokal, maupun kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam proses pembelajaran tersebut siswa tidak hanya dikenalkan pada seni bernyanyi karungut, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Bentuk pembelajarannya cukup beragam, mulai dari pengenalan budaya, sejarah dan makna karungut, memahami fungsi karungut dalam budaya Dayak, hingga latihan membaca atau menyusun syair menggunakan bahasa Dayak Ngaju. Siswa juga diajarkan membuat pantun atau pesan moral, teknik vokal khas karungut, penggunaan irama tradisional, hingga praktik penampilan dalam pentas kelas atau kegiatan seni budaya di sekolah,” jelasnya.


Lebih lanjut Vico mengatakan, pengenalan karungut kepada siswa sudah dilakukan sejak jenjang pendidikan dasar. Ini dibuktikan dengan diperkenalkannya karungut kepada peserta didik sejak jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cantik.

Selain pembelajaran di sekolah, berbagai program juga digelar sebagai sarana memperkenalkan karungut kepada pelajar. Di antaranya lomba karungut dalam Festival Budaya Isen Mulang tingkat Kalimantan Tengah dan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).

“Program-program seperti lomba karungut dalam Festival Budaya Isen Mulang dan Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi sarana penting untuk memperkenalkan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni karungut,” tuturnya.

Terkait peningkatan kapasitas pengajar, Vico mengakui bahwa guru di Palangka Raya sudah mendapatkan pembekalan untuk mengajarkan seni karungut, meskipun belum melalui program pelatihan khusus yang terstruktur secara luas.

“Guru memang mendapatkan pembekalan melalui pelatihan seni budaya, forum guru master, atau kerja sama dengan seniman lokal. Namun pelatihan khusus karungut yang terstruktur secara luas memang masih menjadi peluang yang perlu diperkuat ke depan,” ujarnya.

Aprae Vico Ranan, mengatakan bahwa pembelajaran kesenian karungut telah diterapkan di beberapa sekolah sebagai upaya mengenalkan budaya khas Kalimantan Tengah kepada generasi muda.

“Tidak hanya itu, kesenian karungut ini juga dilombakan setiap tahunnya dalam Festival Tunas Bahasa Ibu,” ujarnya.

Vico menjelaskan pembelajaran tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari kurikulum di sekolah tetapi juga bertujuan menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah sejak dini kepada para siswa.

Ia menerangkan melalui pembelajaran muatan lokal tersebut, para siswa diharapkan dapat mengenal sekaligus memahami kesenian tradisional Kalimantan Tengah, khususnya musik karungut yang menjadi salah satu warisan budaya daerah.

“Dengan begitu anak-anak di sekolah dapat mengenal dan mengetahui musik khas daerah asalnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Vico mengungkapkan, saat ini terdapat sedikitnya 12 sekolah di Kota Palangka Raya yang telah menerapkan pembelajaran muatan lokal karungut, baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Untuk tingkat SMP, sekolah yang telah menerapkan pembelajaran tersebut antara lain SMPN 1 Palangka Raya, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 6, SMPN 8, dan SMPN 9.

Sementara itu, pada tingkat SD, pembelajaran karungut diterapkan di SDN 9 Menteng, SDN 6 Panarung, SDN 3 Palangka, SDN 8 Palangka, SDN Percobaan, dan SDN 4 Menteng.

Melalui penerapan muatan lokal tersebut, Disdik Palangka Raya berharap kesenian tradisional seperti karungut dapat terus dilestarikan serta dikenal lebih luas oleh generasi muda di daerah. (afa/ham/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#ekstrakurikuler #dayak ngaju #muatan lokal #karungut #Festival Budaya Isen Mulang