PALANGKA RAYA – Maraknya akun buzzer dan penyebaran hoaks di berbagai platform media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, mengakui fenomena tersebut memang tidak bisa dihindari, termasuk adanya pihak-pihak yang menyerang pemerintah melalui ruang digital.
“Berkaitan dengan kondisi seperti ini memang hoaks ada di mana-mana. Kemudian ada buzzer-buzzer juga yang mungkin menyerang pemerintah,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan terpancing dengan pola serangan tersebut.
Fokus utama yang dilakukan adalah meluruskan informasi serta memastikan masyarakat mendapatkan penjelasan yang benar terkait program-program pemerintah.
“Tugas kita hanya meluruskan, menyampaikan program yang ada. Ketika ada pertanyaan dari masyarakat kita jawab, dan kalau ada yang lebih detail kita jelaskan secara rinci,” katanya.
Menurutnya, peran pemerintah bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat bahwa setiap program membutuhkan proses dan waktu dalam pelaksanaannya.
“Tugas pemerintah memberikan edukasi, memberikan pemahaman bahwa program yang dijalankan itu perlu waktu, perlu proses, dan dijalankan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga menilai perbedaan sudut pandang di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam dinamika demokrasi.
Namun demikian, pemerintah tetap harus bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku dan memastikan setiap program dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pada prinsipnya pemerintah harus bekerja sesuai rules dan regulasi yang ada, serta memastikan semua program bisa sampai kepada masyarakat Kalimantan Tengah dengan baik,” pungkasnya. (*rif)
Editor : Agus Pramono