PALANGKA RAYA - Bukan sekadar taman, bukan pula hanya proyek fisik. Di tengah denyut Kota Palangka Raya, Pemprov Kalteng tengah merampungkan transformasi ruang publik yang menyentuh permukaan hingga bawah tanah.
Baca Juga: Uji Kelaikan Jadi Prioritas, Pemprov Kalteng Pastikan Keamanan Sebelum Membuka RTH Eks KONI
Dari RTH Eks-KONI yang telah rampung 100 persen, pembangunan RTH Eks-Transmigrasi yang dikebut menuju garis akhir, hingga pengisian museum di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, wajah baru ibu kota provinsi disiapkan untuk resmi “menyala” tahun ini, dengan standar keamanan dan tata kelola yang dimatangkan sebelum dibuka penuh untuk masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalteng terus mematangkan penyelesaian sejumlah proyek strategis ruang publik di Ibu Kota Provinsi tersebut.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks-KONI dipastikan telah rampung secara fisik 100 persen, sementara RTH Eks-Transmigrasi kini memasuki tahap penyelesaian dengan progres 50 persen dan ditargetkan tuntas akhir tahun ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Prof Juni Gultom, mengatakan, meski pembangunan fisik RTH Eks-KONI telah selesai, pemerintah belum melakukan peresmian resmi karena masih memprioritaskan uji kelayakan dan aspek keamanan.
“Kalau secara fisik sudah 100 persen. Sudah rampung. Tinggal pembenahan-pembenahan, siapa tahu ada yang terlupakan. Misalnya kontrol jangan sampai ada korsleting listrik atau hal-hal yang membahayakan. Semua sekarang kita mitigasi,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, proses uji coba dilakukan secara bertahap, termasuk pengujian sistem kelistrikan, air mancur, serta fasilitas pendukung lainnya. Uji operasional dilakukan dalam durasi dua hingga tiga jam setiap kali percobaan untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal sebelum dibuka secara penuh kepada masyarakat.
Ia menegaskan, pengelolaan kawasan juga tengah disiapkan secara menyeluruh, termasuk mekanisme pengaturan parkir, penunjukan pengelola, serta pengamanan area.
Baca Juga: RTH Eks KONI Hampir Rampung! Wajah Baru Jantung Kota Palangka Raya Siap Diresmikan Akhir Tahun
“Kita sedang mempersiapkan semua pengelolaannya secara baik, termasuk parkirnya, siapa nanti pengelolanya. Kemudian perapian, keamanan-keamanan, terutama keamanan listrik.
Makanya sekarang kita uji coba terus supaya nanti pada saatnya semua sudah siap,” katanya.
Meski belum diresmikan, masyarakat sudah mulai diperbolehkan memasuki kawasan RTH Eks-KONI secara terbatas, terutama untuk berfoto. Namun, pembatasan tetap dilakukan sambil menunggu seluruh elemen taman termasuk rumput, pepohonan, dan sistem utilitas benar-benar siap.
“Saya kira kalau sekadar berfoto sudah mulai bisa. Ini kita relaksasi dulu sampai semua rumput, pohon, listrik, air mancur, dan kelengkapan lainnya terbenah. Terutama aspek keselamatannya,” tambahnya.
Juni menyampaikan, peresmian RTH tersebut akan dilakukan tahun ini, meski belum menyebutkan tanggal pasti.
“Pasti tidak terlalu lama. Tahun ini,” tegasnya.
Pembangunan RTH Eks Transmigrasi
Sementara itu, pembangunan RTH di kawasan Eks-Transmigrasi saat ini telah mencapai progres sekitar 50 persen. Pemerintah menargetkan penyelesaian 100 persen pada Desember 2026.
“Progresnya kurang lebih 50 persen. Sisanya kita selesaikan tahun ini. Mudah-mudahan bulan Desember sudah selesai,” jelasnya.
Penataan Stadion Mantikei
Proyek penataan Stadion Mantikei juga menjadi prioritas pemerintah daerah tahun ini. Penanganan stadion tersebut disebut sejalan dengan arahan dan prioritas Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dalam peningkatan infrastruktur publik dan sarana olahraga.
“Mantikei juga harus selesai tahun ini. Itu menjadi prioritas Pak Gubernur,” ujarnya.
Tak hanya ruang terbuka hijau, penataan kawasan Bundaran Besar Palangka Raya juga terus dimaksimalkan. Area bawah tanah yang dilengkapi diorama kini disebut telah tertata dengan baik dan memasuki tahap pengisian konten museum.
Baca Juga: Uji Kelaikan Jadi Prioritas, Pemprov Kalteng Pastikan Keamanan Sebelum Membuka RTH Eks KONI
Menurut Juni, ruang museum tersebut akan menampilkan potret para gubernur Kalimantan Tengah dari masa ke masa, bupati se-Kalimantan Tengah, serta sejumlah aspek sejarah daerah.
“Diorama sudah bagus. Sekarang kita dalam proses pengisian museum, gambar bapak-bapak Gubernur yang dulu sampai sekarang, Bupati seluruh Kalimantan Tengah, dengan beberapa aspek sejarah Kalimantan Tengah yang akan kita isi di dalam museum,” ungkapnya.
Ruang museum itu berada di lorong bawah tanah yang terhubung langsung dengan kawasan bundaran dan dirancang sebagai ruang tertutup representatif untuk edukasi sejarah daerah.
Untuk peresmian kawasan Bundaran Besar, pemerintah masih mempertimbangkan waktu yang tepat dan kemungkinan dilakukan bersamaan dengan peresmian RTH. Meski demikian, kawasan tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Nanti mungkin sekalian (diresmikan). Tapi kan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan sejumlah proyek ruang publik yang hampir rampung, Pemprov Kalteng berharap kehadiran RTH dan revitalisasi ikon kota tersebut tidak hanya mempercantik wajah Palangka Raya, tetapi juga memperkuat fungsi ruang publik sebagai pusat interaksi, rekreasi, dan edukasi masyarakat. (ovi/ala)
Editor : Ayu Oktaviana