KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kabar duka atas wafatnya Hj Yustina Ismiati pada Rabu (8/4/2026) tak hanya menyisakan kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan Tengah yang mengenalnya sebagai sosok pengabdi di berbagai lini.
Baca Juga: Hj Yustina Ismiati Akan Dimakamkan di Pangkalan Bun, Berikut Lokasi dan Waktu Pemakamannya
Perempuan kelahiran Salatiga, 26 September 1970 itu dikenal luas melalui kiprahnya di dunia sosial, organisasi, hingga politik nasional.
Almarhumah mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 04.00 WIB di RS Karyadi, Semarang.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi sang suami, Dr H Ujang Iskandar, serta keempat anaknya, terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.
Perjalanan hidup Yustina tidak bisa dilepaskan dari latar pendidikan dan semangat belajarnya. Ia mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di Salatiga, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Antakusuma Pangkalan Bun dan meraih gelar magister dari Unissula Semarang. Bekal akademik itu menjadi fondasi kuat dalam pengabdiannya di ruang publik.
Baca Juga: Hj Yustina Ismiati Sebelum Meninggal di RS Kariadi sempat Dirawat di RSSI Pangkalan Bun
Kariernya dimulai dari dunia perbankan sebagai karyawati Bank BRI pada awal 1990an. Namun, panggilan untuk terjun ke masyarakat membawanya aktif dalam berbagai organisasi.
Ia diketahui pernah memimpin sejumlah lembaga penting seperti Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ketua Palang Merah Indonesia (PMI).
Lalu dipercaya menjadi Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), hingga Ketua Persatuan Senam Indonesia (Persani) di tingkat daerah.
Dedikasinya di bidang sosial bahkan mengantarkannya meraih penghargaan nasional, di antaranya Pakarti Madya dan Manggala Karya Kencana.
Langkah politiknya semakin menguat ketika dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Puncaknya, ia terpilih sebagai anggota DPD RI/MPR RI mewakili Kalimantan Tengah periode 2019–2024.
Di tingkat nasional, ia dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan isu kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan perempuan.
Kabar wafatnya menyebar cepat melalui pesan Whatsapp dan jejaring sesama politisi.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa jenazah saat ini masih berada di Semarang dan direncanakan akan dipulangkan ke Pangkalan Bun untuk dimakamkan.
“Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kesalahannya,” demikian bunyi pesan duka yang beredar di kalangan keluarga.
Kepergian Hj Yustina Ismiati menjadi kehilangan besar bagi Kalimantan Tengah. Sosoknya dikenang bukan hanya sebagai politisi, tetapi juga sebagai perempuan yang menapaki jalan panjang pengabdian dengan ketekunan dan kepedulian. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana