PALANGKA RAYA-Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana menyebut stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Kalteng mencapai 18 ribu ton.
Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan.
Baca Juga: Mentan Andi Amran: Stok Pangan RI Aman hingga 11 Bulan ke Depan, Siap Menghadapi El Nino Godzilla
“Kalau dibandingkan dengan kebutuhan sebesar 4.100 ton, stok yang ada sangat aman,” tegasnya, Senin (6/4/2026).
Menghadapi perubahan musim dan potensi gangguan produksi akibat faktor cuaca el nino Godzilla, Bulog Kalteng menerapkan strategi penyerapan maksimal selama masa panen berlangsung.
Baca Juga: El Nino Datang Mengancam, Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan di Seluruh Indonesia
“Kita akan terus melakukan penyerapan sebanyak-banyaknya. Saat ini sedang musim panen, sehingga momentum ini kita manfaatkan untuk memperkuat stok,” katanya.
Menurut Erwin, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi apabila di kemudian hari terjadi gangguan produksi akibat faktor alam. Dengan cadangan yang memadai di gudang Bulog, stabilitas pasokan dan distribusi dapat tetap terjaga meskipun penyerapan tidak dapat dilakukan secara optimal.
Baca Juga: 18.669 Warga di Palangka Raya Menerima Bansos Beras dari Pemerintah
“Ketika produksi terganggu dan Bulog tidak bisa melakukan penyerapan, stok yang sudah kita siapkan dapat digunakan untuk penyaluran. Itu strategi pengamanannya,” imbuhnya.
Untuk tahun 2026, Bulog Kalteng menargetkan penyerapan beras sebesar 15.800 ton. Hingga April ini, realisasi penyerapan telah mencapai 5.100 ton atau sekitar 32 persen dari target tahunan.
Baca Juga: BMKG Sarankan Petani Pilih Varietas Tahan Kering, Antisipasi Kemarau Panjang
“Insyaallah sampai akhir tahun target 15.800 ton bisa terpenuhi,” ujarnya.
Penyerapan tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga cadangan beras pemerintah, tetapi juga sebagai upaya stabilisasi harga gabah di tingkat petani.
Bulog Bangun Gudang Penyimpanan di 3 Kabupaten
Selain memperkuat cadangan beras, Bulog Kalteng juga mendapat kesempatan membangun sarana dan infrastruktur pascapanen guna menunjang kapasitas penyimpanan.
Terdapat tiga kabupaten yang menjadi lokasi rencana pembangunan, yakni Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Timur, dan Kabupaten Pulang Pisau.
Baca Juga: Bulan April-Mei 2026 di Kalteng, 205 Ribu Orang Akan Menerima Bantuan Pangan
“Khusus Barito Timur, proses hibah lahannya sudah berjalan. Saat ini kita masih menyelesaikan administrasi dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Insyaallah tahun ini bisa terealisasi,” jelas Erwin.
Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai strategis untuk mendukung peningkatan kapasitas serapan. Dengan fasilitas penyimpanan yang memadai, Bulog dapat menampung hasil panen dalam jumlah besar tanpa mengorbankan kualitas.
“Kalau kita harus menyerap sebanyak-banyaknya, tentu harus diimbangi dengan kesiapan tempat penyimpanan sesuai kapasitasnya,” tandasnya. (ovi/ala)
Editor : Ayu Oktaviana