PALANGKA RAYA-Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyoroti minimnya pelamar kerja, terutama para pemuda, meski banyak lowongan pekerjaan.
Menurut orang nomor satu di Kota Cantik ini, salah satu penyebabnya adalah pola pikir sebagian masyarakat yang masih berorientasi pada pekerjaan tertentu, khususnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
"Hal ini membuat sebagian tenaga kerja memilih meninggalkan pekerjaan yang sudah didapat demi mencoba peluang menjadi PNS, katanya Senin (6/4/2026) lalu.
Baca Juga: Wali Kota Fairid Sebut Lapangan Kerja di Palangka Raya Banyak, tapi Minim Pelamar
Anak dari politisi Golkar, Abdul Razak ini mengungkapkan, ketersediaan lapangan pekerjaan di daerahnya relatif lebih banyak, namun jumlah pelamar justru masih tergolong rendah.
“Kalau kita bandingkan dengan kabupaten atau kota lain di Kalimantan, biasanya lapangan pekerjaan sedikit tapi pelamar sangat banyak. Nah, di Palangka Raya ini justru terbalik, lapangan pekerjaan tersedia cukup banyak, tetapi pelamarnya yang masih sedikit,” ujarnya.
Meski demikian, Fairid menilai kondisi ini bukan berarti kualitas sumber daya manusia (SDM) di Palangka Raya tidak mumpuni. Ia justru menegaskan bahwa kemampuan masyarakat dalam bersaing di dunia kerja cukup baik dan cakap.
Komitmen Meningkatkan Kualitas SDM
Pemko Palangka Raya resmi meluncurkan program beasiswa yang menyasar mahasiswa dari keluarga prasejahtera.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi mahasiswa yang sebelumnya disampaikan kepada DPRD Kota Palangka Raya.
Pemerintah kota, kata dia, berupaya memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Program beasiswa ini berawal dari aspirasi mahasiswa yang disampaikan ke DPRD Kota Palangka Raya. Kami menindaklanjuti itu agar benar-benar tepat sasaran,” ujarnya, belum lama ini.
Fairid menegaskan, beasiswa difokuskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.
Namun demikian, penerima beasiswa juga dituntut memiliki komitmen untuk menuntaskan studi.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini berdampak nyata. Artinya, penerima beasiswa harus serius dalam menempuh pendidikan dan mampu menyelesaikannya dengan baik,” pungkasnya. (ham/ans)
Editor : Agus Pramono