PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang II Golongan II dan III Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di BPSDM Provinsi Kalteng ini mencatatkan kelulusan peserta mencapai 100 persen, Jumat (10/4/2026).
Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran melalui Asisten III Setda Kalteng, Hj Sunarti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, Latsar bukan sekadar formalitas administratif, melainkan gerbang awal dalam membentuk karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tangguh dan profesional.
Oleh karena itu, ASN dituntut tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan, termasuk digitalisasi pelayanan publik.
“Saudara tidak sedang dilatih menjadi pegawai biasa. Saudara ditempa menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan tangguh menghadapi dinamika birokrasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya lima pilar generasi unggul Kalimantan Tengah dalam mewujudkan visi Kalteng yang makin BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis).
Kelima pilar tersebut meliputi attitude (sikap dan etika), mindset (pola pikir kritis dan kreatif), karakter (kepribadian unggul dan bermental Belom Bahadat), skill (kemampuan teknis), serta inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, SE MPd menyampaikan setelah melalui proses pembelajaran selama kurang lebih 74 hari, sebanyak 280 peserta Latsar CPNS Gelombang II Tahun 2026 dinyatakan lulus 100 persen dengan hasil yang memuaskan.
Adapun peserta berasal dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Katingan sebanyak 58 orang, Kabupaten Lamandau 169 orang, dan Kabupaten Seruyan 53 orang.
“Seluruh peserta menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Meskipun diawali secara virtual, kebersamaan selama lima hari empat malam terakhir di BPSDM mampu mempererat solidaritas dan profesionalisme peserta,” ujarnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana