PALANGKA RAYA-Kota Palangka Raya mencatatkan capaian positif dengan masuk dalam 70 besar daerah dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil menurunkan angka pengangguran.
Namun, di balik prestasi tersebut, arus urbanisasi yang terus meningkat turut menjadi tantangan baru bagi pemerintah daerah.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menyampaikan keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan pemerintah dalam membuka peluang kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Meski demikian, Zaini mengakui tantangan tetap ada. Salah satunya adalah meningkatnya arus urbanisasi ke Palangka Raya yang dinilai semakin menarik sebagai kota tujuan untuk menetap dan mencari peluang hidup yang lebih baik.
Menurutnya, kelengkapan fasilitas kota, termasuk keberadaan berbagai perguruan tinggi, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong banyak orang datang ke Palangka Raya.
“Palangka Raya sekarang semakin diminati. Banyak yang datang dan ingin menetap di sini karena fasilitas semakin lengkap, termasuk pendidikan tinggi yang juga berkembang pesat,” jelasnya, Minggu (12/4/2026).
Namun di sisi lain, kondisi tersebut turut berdampak pada dinamika angka pengangguran.
Ia menyebutkan adanya peningkatan kecil dibandingkan tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh lulusan baru yang belum terserap di dunia kerja.
“Kemungkinan adanya lulusan perguruan tinggi yang menyelesaikan studinya di Palangka Raya, tetapi belum mendapatkan pekerjaan dan juga belum kembali ke daerah asalnya,” katanya.
Pemerintah, lanjut Zaini, terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program, mulai dari pelatihan kerja, peningkatan kompetensi, hingga membuka peluang usaha baru.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa persoalan lain yang dihadapi adalah ketidakseimbangan antara minat pencari kerja dengan jenis pekerjaan yang tersedia.
“Lapangan pekerjaan sebenarnya ada, tetapi banyak yang menginginkan pekerjaan formal. Sementara sektor informal kurang diminati atau tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka,” ungkapnya.(ham/ans)
Editor : Ayu Oktaviana