PALANGKA RAYA – Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Palangka Raya sedang asik melilitkan kawat tembaga pada paku yang kemudian dihubungkan pada kedua kutub baterai.
Ternyata mereka sedang menguji medan elektromagnetik sederhana yang ditimbulkan dari baterai yang mengeluarkan arus listrik dengan menggunakan kawat tembaga yang dililitkan pada paku. Sehingga ketika paku digerakkan ke arah paper clip, maka terjadinya medan magnet pada paku tersebut yang menarik paper clip mengarah pada paku.
Baterai berfungsi sebagai sumber arus searah (DC) yang mengalirkan elektron melalui kawat tembaga, sehingga terciptalah medan magnet.
Guna memperkuat medan magnet, bisa dilakukan dengan memperbesar arus listrik (baterai lebih besar), menambah lilitan kawat, atau memperkecil jarijari lingkaran. Hal ini sering digunakan dalam pembuatan motor listrik sederhana (motor homopolar).
Menguji medan magnet sederhana tersebut merupakan materi ujian praktik IPAS bagi murid kelas VI, memenuhi salah satu syarat kelulusan murid Tahun Pelajaran 2025/2026.
Ujian praktik madrasah bagi murid kelas VI di MIN 5 Kota Palangka Raya dilaksanakan 8 – 11 April 2026, yang diikuti 45 orang.
Mereka diuji kemampuan dan pemahamannya dalam hal melakukan praktik pada mata pelajaran IPAS, Bahasa Indonesia, Fikih, PJOK, Al-Quran Hadis, Seni Budaya dan Bahasa Arab.
Para penguji yang berasal dari dewan guru MIN 5 kota Palangka Raya memberikan penilaian berdasarkan aspek keterampilan, kesesuaian deng an materi dan kreativitasan murid dalam memenuhi kegiatan yang diujikan.
Pelaksanaan ujian Madrasah praktik ini berjalan dengan tertib dan lancar. Seluruh murid tampak mengikuti ujian praktik ini dengan antusias dan mengikuti arahan dengan baik selama proses ujian.
Pelaksanaan ujian praktik ini diharapkan dapat membantu dalam proses menilai kemampuan dan keterampilan murid menguasai materi yang telah dipelajari selama duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah.
Kepala MIN 5 Kota Palangka Raya H. Muhamad Asran Dirun berharap ujian praktik ini menjadi pengalaman empiris yang berharga terhadap teori yang disampaikan guru, sehingga ke depannya ilmuilmu tersebut bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.(*)
Editor : Agus Pramono