PALANGKA RAYA- Upaya pelestarian dan pengelolaan mangrove di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif masyarakat di wilayah pesisir.
“Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, maka kami telah menjalankan berbagai program bersama masyarakat. Mulai dari penanaman hingga pemeliharaan mangrove,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Dr H Agustan Saining SHut MSi kepada media belum lama ini.
Dalam upaya penanaman dan pemeliharaan mangrove, Dinas Kehutanan Provinsi juga bekerjasama dengan masyarakat.
Hal itu merupakan bagian dari program kerja Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan sebagai Leading Sektor penanganan kehutanan di Bumi Tambun Bungai.
Agustan menegaskan bahwa upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kehutanan semata. Tetapi peran instansi lain seperti Dinas Kelautan dan Perikanan juga telah menjalin kerja sama dengan masyarakat dalam kegiatan penanaman serta pengembangan mangrove di wilayah pesisir.
“Pentingnya memperkuat kolaborasi agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal dan berkelanjutan. Harapan kami kolaborasi bisa terus ditingkatkan agar pengelolaan mangrove memberikan hasil yang lebih baik,” tegasnya.
Dengan sinergi yang kuat, pengelolaan mangrove di Kalteng diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Apa Itu Mangrove
Hutan mangrove adalah salah satu ekosistem paling produktif dan bermanfaat di dunia. Terletak di kawasan pesisir tropis dan subtropis, mangrove menjadi penghubung antara daratan dan lautan.
Keunikan struktur akar dan ketahanan terhadap salinitas menjadikan mangrove sebagai benteng alami yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Ekosistem mangrove dapat menahan hempasan ombak atau angin saat terjadi badai, sehingga dapat melindungi keberadaan pantai, perumahan serta bangunan fi sik lainnya Salah satu fungsi utama mangrove adalah melindungi garis pantai dari abrasi dan bencana alam seperti gelombang tinggi, badai, bahkan tsunami. Akar mangrove yang rapat mampu meredam energi gelombang dan menahan sedimen, sehingga mencegah pengikisan tanah dan mem perkuat kestabilan pantai.
Selain itu, mangrove juga berperan penting sebagai penyerap karbon alami. Hutan mangrove menyimpan karbon hingga lima kali lebih banyak dibandingkan hutan daratan.
Dengan kemampuannya menyerap emisi gas rumah kaca, mangrove menjadi solusi alami dalam upaya mitigasi perubahan iklim global.(*)
Editor : Ayu Oktaviana