Kemenag Kalteng memastikan telah mengusulkan kebutuhan formasi ASN dan kini tinggal menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat.
Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, HM Yusi Abdhian, menjelaskan bahwa kebutuhan tersebut didasarkan pada kondisi riil di lapangan yang masih mengalami kekurangan tenaga.
“Yang paling mendesak saat ini adalah penyuluh agama, penghulu, serta guru,” ungkapnya.
Kekurangan penyuluh agama menjadi perhatian serius karena perannya yang strategis dalam pembinaan keagamaan dan menjaga kerukunan umat beragama, terutama di wilayah Kalimantan Tengah yang memiliki cakupan geografis luas.
Sementara itu, keterbatasan penghulu berdampak langsung pada pelayanan administrasi pernikahan. Di sisi lain, kekurangan guru madrasah juga menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.
Ketiga formasi ini dinilai sangat vital karena bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, sehingga diharapkan menjadi prioritas dalam penetapan formasi oleh pemerintah pusat.
Tantangan dan Ketatnya Seleksi CPNS
HM Yusi Abdhian, menyebutkan bahwa keterbatasan tenaga masih menjadi persoalan klasik yang perlu segera diatasi.
Menurutnya, jika kekurangan ini tidak segera dipenuhi, maka berpotensi menghambat optimalisasi pelayanan keagamaan di masyarakat.
“Kami berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kondisi riil di daerah dalam menetapkan formasi,” ujarnya.
Kemenag Kalteng juga menekankan pentingnya pemenuhan ASN tidak hanya dari sisi kualitas, tetapi juga kuantitas agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan di lapangan.
Seiring belum adanya jadwal resmi pembukaan CPNS 2026, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap informasi tidak resmi dan hanya mengacu pada pengumuman dari pemerintah.(*)