PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memanfaatkan skema Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, mengatakan kolaborasi dengan pihak swasta telah diformalisasi melalui penandatanganan komitmen bersama antara gubernur dan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Perusahaan yang berinvestasi di Kalteng kita dorong untuk menyalurkan CSR, terutama untuk mendukung pembangunan infrastruktur seperti jalan, pendidikan, dan kesehatan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, implementasi program ini sudah mulai berjalan di sejumlah wilayah, khususnya kawasan barat dan tengah. Sementara itu, untuk wilayah timur saat ini masih dalam tahap penyusunan desain teknis setelah kesepakatan sektor prioritas dicapai.
“Wilayah barat dan tengah sudah mulai berjalan. Untuk wilayah timur, kita sudah sepakat sektor prioritasnya, sekarang tinggal finalisasi desain teknis,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR berperan sebagai fasilitator sekaligus pengawas agar pembangunan yang didanai CSR tetap sesuai dengan standar dan kesepakatan yang telah ditetapkan.
“Pengawasan kita perketat. PUPR akan memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran dan kualitasnya terjaga,” tegasnya.
Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi di lapangan, terutama terkait pelanggaran batas muatan kendaraan yang berdampak pada kerusakan jalan.
“Masih ada kendaraan yang membawa muatan di atas 8 ton. Ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan,” ungkapnya.
Sebagai langkah pengendalian, pemerintah bersama instansi terkait telah melakukan penertiban, salah satunya di ruas jalan Palangka Raya–Kuala Kurun yang kini dinilai lebih tertib dari kendaraan bermuatan berlebih.
Ia berharap kesadaran pengguna jalan terus meningkat agar infrastruktur yang dibangun dapat bertahan lebih lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kalau aturan dipatuhi, jalan yang kita bangun bisa lebih awet, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha ini, Pemprov Kalteng optimistis pembangunan infrastruktur dapat dipercepat dan menjangkau lebih banyak wilayah.(*)
Editor : Agus Pramono