PALANGKA RAYA- Penetapan lokasi acara wisuda oleh Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) mendapat sorotan publik, terutama mahasiswa peserta wisuda di media sosial.
Rencananya, wisuda itu diperuntukkan untuk Program Pascasarjana XXII, Sarjana XXXV, dan Diploma XXV. Panitia akan melaksanakan momen sakral itu di Kampus 2 UMPR pada Kamis (23/4/2026).
Para mahasiswa memprediksi tidak akan muat di dalam lokasi dan akan ada tenda-tenda yang akan menampung sanak saudara orangtua dari wisudawan dan wisudawati.
Sejumlah komentar pada akun resmi kampus dan akun publik di media sosial Instagram memperlihatkan kekecewaan mahasiswa.
Apalagi, biaya untuk acara yang dipatok panitia sekitar Rp 2 juta per peserta tidak sebanding dengan tempat kegiatan. Dengan jumlah peserta ratusan orang, tentu lokasi yang lebih besar dan lebih nyaman menjadi impian para peserta dan keluarganya.
Dalam kolom komentar, mahasiswa menyampaikan beragam reaksi, mulai dari rasa kecewa, keberatan, hingga mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran kegiatan. Berikut beberapa komentar yang dilontarkan netizen:
@awenpras
"Yudisium pascasarjana di ballroom hotel, masa wisuda betenda? Beneran nih? "
@wafisalsabila
"Dari kkn sampai skrg, uang yang harusnya untuk kegiatan yang dibayar malah dipake untuk yang lain, diminta transparansi nya kampus ini malah kebingungan, giliran disuruh bayar bayar CEPAT atau GAK IKUT, GAK LULUS, kemana sih dana utama kampus ini, ngambil dari kegiatan yang lain terus atau jangan jangan, tolong min usut ini kampus muhammadiyah satu ini, menjelekkan nama muhammadiyah bgt jadinya kinerja rektor sampai bawahan nya."
@picaaa911 :
"umpr ga bljr dari kesalahan waktu di gor pdhl sudah bnyk di protes mahasiswa eh yg ini trnyata lebih parah di tenda+digabungin sekalian sm promosi kampus"
@zntraaa :
rela mbolos kerja, keluarga semuanya hadir yang bener aja di tenda ??
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kampus terkait polemik yang berkembang.
Publik pun menunggu klarifikasi guna memberikan kepastian dan menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di media sosial.(*)
Editor : Agus Pramono