KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Prakiraan cuaca di wilayah Kalimantan Tengah pada Selasa, (21/4/2026) didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi meningkat pada siang hingga malam hari.
Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, wilayah utara seperti Tamiang Layang diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan pada pagi hari, kemudian hujan ringan hingga sedang pada siang dan malam.
Suhu berkisar 23–33 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 7 km/jam dan kelembaban 70–100 persen.
Di wilayah barat seperti Sukamara, hujan sudah terjadi sejak pagi hingga siang, lalu berawan pada malam hari. Suhu berada di kisaran 23–31 derajat Celsius dengan kelembaban mencapai 99 persen.
Sementara di Sampit, hujan diperkirakan turun sejak pagi hingga siang, lalu berawan pada malam hingga dini hari. Suhu berkisar 24–32 derajat Celsius dengan kelembaban cukup tinggi, yakni 82–99 persen.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah tengah seperti Palangka Raya dan Pulang Pisau yang diprediksi diguyur hujan hampir sepanjang hari. Suhu di dua wilayah ini berada pada kisaran 23–33 derajat Celsius dengan kecepatan angin antara 8–9 km/jam.
Untuk wilayah timur dan selatan seperti Pangkalan Bun dan Kuala Kapuas, hujan ringan hingga sedang juga mendominasi sejak pagi hingga malam. Suhu berkisar 24–33 derajat Celsius dengan kelembaban hingga 99 persen.
Di kawasan pedalaman seperti Muara Teweh, Kasongan, hingga Buntok, hujan diperkirakan terjadi hampir sepanjang hari dengan suhu berkisar 23–33 derajat Celsius.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.
“Waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang,” tulis BMKG dalam rilis resminya, Senin (20/2/2026).
Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan seperti genangan air, banjir lokal, tanah longsor, hingga pohon tumbang, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan kondisi drainase kurang baik.(*)
Editor : Agus Pramono