PALANGKA RAYA – Program rekrutmen 30 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh pemerintah pusat mulai menjadi perhatian di daerah, termasuk Kalimantan Tengah.
Namun hingga kini, kuota untuk Kalteng masih belum ditetapkan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, Rahmawati, mengatakan pihaknya baru menerima informasi terkait pembukaan lowongan tersebut dari Kementerian Koperasi.
“Kita baru dapat informasi minggu kemarin bahwa Kementerian Koperasi membuka lowongan manajer koperasi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, posisi manajer koperasi ini memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan tenaga pendamping yang sudah ada sebelumnya, seperti Business Advisor (BA) dan Project Management Office (PMO).
“Bedanya, mereka akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum ditempatkan di Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.
Para peserta yang lolos nantinya akan menjalani pembinaan dan pelatihan melalui pihak yang ditunjuk pemerintah, sebelum akhirnya ditempatkan di koperasi desa di seluruh Indonesia.
“Mereka akan dididik dulu, kemudian dimasukkan ke Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.
Terkait kuota untuk Kalimantan Tengah, Rahmawati mengaku belum mendapatkan rincian pasti karena rekrutmen masih bersifat nasional.
“Kita belum tahu berapa kuota untuk Kalteng karena ini masih berbicara secara nasional sebanyak 30 ribu orang,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa tenaga yang lolos nantinya akan ditempatkan di koperasi desa di wilayah Kalteng sebagai bagian dari target pemerintah pusat.
“Pasti akan ditempatkan di seluruh Koperasi Desa Merah Putih, agar operasionalnya bisa berjalan dengan baik karena ada manajernya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Koperasi dan UKM Kalteng tidak terlibat langsung dalam proses rekrutmen, mulai dari seleksi hingga penetapan kelulusan.
“Semua proses itu ditangani langsung oleh Kementerian Koperasi,” tegasnya.
Rahmawati berharap peluang ini dapat dimanfaatkan oleh generasi muda di Kalimantan Tengah untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi desa.
“Saya berharap anak muda Kalteng yang punya potensi bisa ikut mendaftar dan lolos, sehingga bisa menggerakkan perekonomian desa,” pungkasnya. (*)
Editor : Agus Pramono