Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Biaya dan Lokasi Wisuda Mahasiswa UMPR Disorot, Wakil Rektor Angkat Bicara, Berikut Penjelasannya

rifqi • Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB
Biaya dan lokasi wisuda UMPR menjadi pergunjingan, pihak kampus pun menjelaskan.Laman UMPR
Biaya dan lokasi wisuda UMPR menjadi pergunjingan, pihak kampus pun menjelaskan.Laman UMPR
 
 
PALANGKA RAYA – Kebijakan biaya wisuda di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menuai perhatian dari kalangan mahasiswa. 
 
Besaran biaya yang ditetapkan, yakni Rp3 juta untuk program magister (S2) dan Rp2 juta untuk program sarjana (S1), dinilai cukup tinggi dan memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait kesesuaian antara biaya dan kualitas penyelenggaraan.
 
Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Disorot! Rencana Acara Wisuda Pakai Tenda, Netizen: Emang Mau Kawinan
 
Sejumlah mahasiswa menilai pelaksanaan wisuda yang digelar di luar area kampus dengan menggunakan fasilitas tenda terkesan sederhana dan belum mencerminkan biaya yang telah dikeluarkan. 
 
Mereka berharap, dengan nominal yang cukup besar tersebut, kualitas acara dapat lebih ditingkatkan, baik dari segi lokasi, kenyamanan, fasilitas pendukung, hingga keseluruhan pengalaman bagi wisudawan dan keluarga.
 
Pelaksanaan UMPR disorot.
Pelaksanaan UMPR disorot.
 
 
“Dengan biaya sebesar itu, tentu kami berharap kualitas acara lebih baik. Mulai dari tempat, fasilitas, sampai kenyamanan bagi keluarga yang hadir,” ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya pada Kalteng Pos, Minggu (19/4/2026).
 
Kritik juga datang dari mahasiswa program magister, yang sebagian besar telah bekerja dan berasal dari berbagai daerah. 
 
Baca Juga: Acara Wisuda Ratusan Mahasiswa UMPR Akan Dihadiri Gubernur Agustiar Sabran dan Wakilnya
 
Kehadiran keluarga ke Palangka Raya untuk menghadiri wisuda turut menambah beban biaya yang harus ditanggung. Kondisi ini membuat ekspektasi terhadap kualitas penyelenggaraan wisuda menjadi lebih tinggi.
 
“Banyak mahasiswa S2 itu sudah bekerja dan datang dari luar daerah, membawa keluarga.
Jadi biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Kalau pelaksanaannya sederhana, tentu terasa kurang sepadan,” ungkapnya.
 
Selain itu, sebagai mahasiswa ia juga mempertanyakan minimnya transparansi terkait penggunaan dana wisuda. Hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci dari pihak kampus mengenai alokasi biaya yang telah dibayarkan oleh ratusan wisudawan.
 
“Kami belum mendapatkan penjelasan secara rinci terkait penggunaan dana wisuda. Padahal ini penting agar mahasiswa tahu dasar penetapan biaya tersebut,” katanya.
 
Dia juga menilai komponen biaya belum sepenuhnya jelas, mengingat atribut wisuda yang diterima relatif terbatas, seperti toga, jubah, dan dokumen kelulusan. Dengan jumlah wisudawan yang mencapai ratusan orang, mereka memperkirakan total dana yang terkumpul mencapai angka yang signifikan.
 
“Kalau dihitung, dari ratusan wisudawan dengan biaya Rp2 juta sampai Rp3 juta, totalnya bisa miliaran rupiah. Maka wajar kalau kami meminta transparansi,” tegasnya.
 
Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III UMPR, Guntur Satrio, menyatakan pelaksanaan wisuda telah dipersiapkan oleh panitia.
 
“Saya yakin panitia pelaksana wisuda sudah mempersiapkan kegiatan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
 
Namun, terkait jumlah wisudawan serta rincian biaya yang dibebankan kepada mahasiswa, pihak kampus belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
 
Guntur menyebut informasi tersebut akan disampaikan langsung oleh rektor saat sambutan dalam pelaksanaan wisuda. “Nanti akan disampaikan langsung oleh rektor pada saat sambutan wisuda,” katanya.
 
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait dasar penetapan biaya maupun alokasi penggunaannya, yang menjadi salah satu poin utama sorotan mahasiswa. (*)
Editor : Ayu Oktaviana
#wisuda umpr disorot #Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR)