PALANGKA RAYA—Di tengah laju truk angkutan tambang dan perkebunan yang saban hari membebani ruas jalan nasional di Kalteng, harapan akan hadirnya moda transportasi rel kembali mengemuka.
Gagasan pembangunan jaringan kereta api yang digadang-gadang mampu memangkas biaya logistik dan memperkuat konektivitas antarwilayah itu sejatinya telah masuk dalam peta perencanaan nasional. Namun hingga kini, rel yang dinantikan tersebut tak kunjung terealisasi.
Baca Juga: Wacana Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Mencuat di Seminar Internasional Pumpung Hai Borneo
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan rencana pembangunan jalur kereta api di Pulau Kalimantan masih dalam tahap penghitungan dan perencanaan matang.
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang, Rabu (22/4/2026).
Namun, wujud nyata adanya rel kereta api ini diragukan oleh masyarakat, terutama netizen yang mengomentari aloudan soal wacana itu di Instagram @kaltengpedia. Berikut komentarnya:
@andhikamuhammadprima
_Dari saya umur 12 tahun sampai saat ini 45 tahun wacana ini sudah ada_
@ sigitbowo
_Gak akan sih, selama ada MBG, yang ada ada aja kurang_
@ jfnoorsaleh
_ Kalimaantan butuh transporatasi ini sejak lama,_ _biar bisa mengangkut hasil bumi dengan lebih murah & mengangkut penumpang antar daerah._Semoga cepat terealisasi_
Baca Juga: Inilah 2 Alternatif Jalur Kereta Api di Kalteng Jika Proyek Ini Terealisasi
Hingga saat ini Pulau Kalimantan belum memiliki jaringan kereta api, dengan panjang jalur yang masih nol kilometer.
Padahal, kawasan ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor mineral dan komoditas lainnya yang membutuhkan dukungan sistem transportasi yang efisien.
Untuk di Kalteng, sejatinya megaproyek yang direncanakan sejak era Gubernur Agutin Teras Narang ini akan melewati rute dari Murung Raya melalui Barito Selatan dan bermuara di Batanjung, Kabupaten Kapuas.
Kemudian alternatif lainnya dari Murung Raya melintasi Gunung Mas menuju Batanjung Kapuas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng, Yulindra Dedy, menjelaskan bahwa program pengembangan perkeretaapian merupakan agenda nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Baca Juga: Proyek Kereta Api Kalteng Masih Tahap Perencanaan, Belum Ada Investor Tertarik
Pemerintah daerah, kata dia, belum dapat melangkah lebih jauh tanpa penetapan resmi dan dukungan anggaran dari pusat.
Ia menerangkan, pengembangan jaringan rel di Kalimantan telah tercantum dalam dokumen perencanaan nasional sektor perkeretaapian yang menjadi dasar arah pembangunan transportasi berbasis rel di luar Pulau Jawa, termasuk di Kalimantan.
“Untuk Kalimantan Tengah sendiri, prosesnya masih sebatas penyiapan rencana. Yang dibahas antara lain alternatif jalur (trase) dan kajian kelayakan. Belum ada aktivitas pembangunan di lapangan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).(*)
Editor : Ayu Oktaviana