Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jalur Kereta Api Kalteng Kembali Disuarakan, Teras Narang Singgung Program Lama

Novia • Rabu, 29 April 2026 | 14:30 WIB
Teras Narang buka suara terkait wacana kereta api di Kalteng.
Teras Narang buka suara terkait wacana kereta api di Kalteng.
 
 
PALANGKA RAYA-Keberadaan jalur kereta api di Kalteng dinilai berpotensi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung distribusi komoditas unggulan seperti hasil tambang dan perkebunan. 
 
Namun tanpa kepastian kebijakan dari pusat, rencana tersebut masih menjadi bagian dari agenda jangka panjang pembangunan nasional.
 
Baca Juga: Proyek Kereta Api Kalteng Masih Tahap Perencanaan, Belum Ada Investor Tertarik
 
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalteng, Agustin Teras Narang, mengingatkan kembali pentingnya pembangunan jalur kereta api dan revitalisasi transportasi sungai sebagai solusi jangka panjang persoalan infrastruktur di Kalteng. 
 
Gubernur Kalteng dua periode (2005–2015) itu menyebut gagasan mengenai jalur kereta api tersebut telah dirintis sejak masa kepemimpinannya.
 
Menurut Teras, studi kelayakan (feasibility study) untuk proyek kereta api maupun pengerukan dan optimalisasi jalur sungai telah disusun pada masa pemerintahannya.
 
Namun, program tersebut tidak berlanjut pada periode berikutnya.
 
“Feasibility study-nya sudah ada semua, tinggal dilanjutkan. Kalau soal anggaran, itu bisa dicari. Jangan hanya berharap pada APBN,” katanya kepada Kalteng Pos, Selasa (28/4/2026). 
 
Baca Juga: Inilah 2 Alternatif Jalur Kereta Api di Kalteng Jika Proyek Ini Terealisasi
 
Ia menilai, pembangunan jaringan kereta api akan sangat membantu mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan, terutama untuk angkutan hasil tambang dan perkebunan yang selama ini didominasi moda transportasi darat. 
 
Tingginya lalu lintas truk bermuatan berat dinilai menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan jalan di sejumlah ruas utama.
 
Selain kereta api, Teras juga mendorong pengaktifan kembali jalur sungai, seperti Anjir Banjar dan Anjir Kelampan, sebagai alternatif transportasi barang yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
 
Optimalisasi sungai, menurutnya, bukan hanya mengurangi beban jalan, tetapi juga menghidupkan kembali jalur transportasi tradisional yang memiliki nilai historis dan ekonomi bagi masyarakat.
 
Baca Juga: Wacana Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Mencuat di Seminar Internasional Pumpung Hai Borneo  
 
Lebih lanjut, urgensi pengembangan moda transportasi alternatif semakin mengemuka jika melihat kondisi infrastruktur jalan saat ini seperti jalur Trans Kalimantan Banjarmasin–Palangka Raya, Palangka Raya–Kuala Kurun, serta Palangka Raya–Sampit. 
 
Kerusakan pada ruas-ruas tersebut dinilai berpotensi menghambat arus logistik dan aktivitas perekonomian antarwilayah apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah pusat.
 
Dengan kondisi tersebut, pembangunan jaringan kereta api dan optimalisasi transportasi sungai dipandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan sistem transportasi multimoda yang lebih berkelanjutan di Kalteng.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
#wacana kereta api di kalteng #jalur kereta api di kalteng #kereta logistik #distribusi komoditas