Jemaah Haji Palangka Raya Dilepas Penuh Haru Menuju Tanah Suci
Ilham• Kamis, 30 April 2026 | 12:40 WIB
Jemaah haji Palangka Raya dilepas keluarganya. Arief Prathama/kaltengpos.jawapos.com
PALANGKA RAYA-Isak haru terlihat dari wajah keluarga Haji Kota Palangka Raya. Pasalnya mereka mengantarkan keluarga tercinta untuk menunaikan rukun islam ke-lima menuju tanah suci.
Dari pukul 05.00 WIB, jemaah sudah berkumpul di Halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya. Sesambil menunggu keberangkatan, sholawat demi salawat terus digaungkan.
Mata sembab, air mata terus berlinang, hingga pelukan hangat mewarnai pengantaran jemaah. Karena ini menjadi ibadah yang paling dinanti oleh seluruh umat muslimin. Isak tangis pecah ketika jemaah memasuki bus yang telah dipersiapkan.
Lambaian tangan mengiringi keberangkatan ketika bus bertolak selepas bendera pelepasan dikibarkan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Rabu pagi (29/4/2026).
Pelepasan jemaah haji disaksikan oleh sejumlah pejabat vertikal maupun horizontal di lingkup Kota Palangka Raya. Doa-doa selalu dipanjatkan demi keselamatan sampai tujuan.
Sebagai informasi jemaah haji asal Palangka Raya berjumlah 296 orang. Dibagi menjadi tiga kloter yakni kloter lima, tujuh, dan delapan.
Khusus di kloter lima, ada sebanyak 192 jemaah dengan rincian jemaah laki-laki berjumlah 119 orang, jemaah perempuan sebanyak 177 orang.
Turut hadir juga ustadz kondang, Ustaz Muhammad Al-Ghifari. Ia memberikan pembekalan singkat namun bermakna bagi jemaah haji. Dalam tausiyah singkatnya, ia menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum menunaikan ibadah haji.
“Ibadah haji harus diawali dengan niat yang tulus dan benar, semata-mata karena Allah SWT. Jangan ada niat lain selain untuk beribadah,” ujarnya di hadapan para calon jemaah.
Ia menjelaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat makna dan penuh ujian kesabaran.
“Ibadah haji adalah perjalanan luar biasa untuk mencari ridha Allah. Di sana kita belajar sabar, ikhlas, dan mendekatkan diri kepada-Nya,” tambahnya.
Menurutnya, dengan niat yang lurus dan hati yang ikhlas, setiap rangkaian ibadah haji akan terasa lebih ringan dan penuh keberkahan. Ia pun mengajak para jemaah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
“Gunakan setiap waktu di Tanah Suci untuk beribadah dan memperbanyak doa, karena tidak semua orang mendapat kesempatan ini,” pesannya.
Jemaah Latihan Jogging Saban Hari
Salah seorang jemaah haji dari kloter lima, Ahsan senantiasa menjaga kesehatan dan pola makan menjelang keberangkatan ibadah haji. Tak lupa juga selalu berolahraga di sela-sela kesibukan.
“Biasanya saya jalan, jogging selama 45 menit dan jarak minimal lima hingga enam kilometer,” bebernya.
Hal ini ia lakukan karena Kemenhaj telah menganjurkan setiap CJH untuk berlatih latihan kaki. Sebab ketika menjalankan ibadah kelak akan banyak dilakukan dengan berjalan kaki.
“Kalau anak-anak muda kaya saya ini, minimal itu lari-lari kecil lah latihannya, nah kalau lansia itu latihannya jalan kaki,” katanya.
Pria berusia 26 tahun ini juga sering melafalkan zikir-zikir selepas salat. Dan menghafalkan zikir yang diajarkan di manasik haji.
Ketika menghadapi cuaca panas ekstrem di tanah suci, ada beberapa hal yang ia sudah persiapkan. Layaknya minum air mineral setiap satu hingga dua jam sekali dan minimal 20ml. Ia juga membawa kanebo atau lap untuk melindungi kepala agar tidak mengalami heatstroke.
Ia mengaku telah menunggu panggilan haji selama 14 tahun lamanya. Maka ia mendaftar haji pada tahun 2014.
Ahsan berharap ibadah haji tahun ini diberikan kemudahan, kesehatan selama menjalankan ibadah. “Yang pasti Insya-Allah menjadi haji yang mabrur,” harapnya.(*)