BGN Evaluasi SPPG di Kalteng, Soroti Masalah Fasilitas hingga Lonjakan Beban Produksi
rifqi• Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB
Kepala Regional/Koordinator BGN Kalteng, Elisa Agustino
PALANGKA RAYA – Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan evaluasi terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah, terutama setelah ditemukan sejumlah kendala teknis di lapangan.
Koordinator Regional BGN Kalteng, Elisa Agustino, mengatakan salah satu persoalan yang muncul adalah ketidaksiapan fasilitas saat kapasitas layanan meningkat.
“Contohnya IPAL, saat belum operasional aman. Tapi begitu sudah melayani 1.000 sampai 3.000 porsi, muncul masalah seperti bocor atau meluber,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian fasilitas belum sepenuhnya siap menghadapi beban produksi dalam skala besar.
Karena itu, evaluasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan perbaikan berjalan optimal.
Selain aspek infrastruktur, BGN juga mengevaluasi manajemen operasional di setiap SPPG, termasuk kesiapan tenaga kerja dan sistem pendukung lainnya.
Tercatat, dari total 36 SPPG yang sempat dihentikan sementara (disuspensi), baru sembilan yang kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan.
“Prosesnya ada tahapan. Setelah disuspen, mereka diberi waktu untuk memperbaiki. Kalau sudah siap, baru bisa operasional kembali,” jelas Elisa.
Ia menegaskan, evaluasi ini penting agar layanan MBG berjalan maksimal dan tidak menimbulkan masalah baru di lapangan, terutama saat kapasitas layanan terus ditingkatkan.