PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) berlangsung kondusif tanpa aksi unjuk rasa.
Sejumlah daerah di Bumi Tambun Bungai justru mengisi momentum tersebut dengan kegiatan sosial, doa bersama, dan olahraga bersama pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama May Day terpantau aman dan terkendali.
“Dalam rangka Hari Buruh tadi, telah dilaksanakan apel secara daring oleh Bapak Kapolda. Terpantau hampir seluruh jajaran melaksanakan kegiatan pengamanan. Namun untuk wilayah Kalimantan Tengah, hampir rata-rata kegiatannya berupa kegiatan sosial, doa bersama, dan syukuran,” ujar Yusep, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, kegiatan serupa tidak hanya berlangsung di Kota Palangka Raya, tetapi juga di Kabupaten Katingan serta sejumlah daerah lainnya.
“Hampir seluruhnya diisi dengan kegiatan positif, seperti bakti sosial dan doa bersama. Tidak ada aksi unjuk rasa,” tegasnya.
Menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan adanya aksi massa seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain pada tahun-tahun sebelumnya, Yusep memastikan tidak ada kegiatan demonstrasi di Kalteng pada May Day tahun ini.
“Tidak ada, tidak ada aksi seperti itu,” katanya singkat.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi indikator bahwa peringatan Hari Buruh di Kalteng berjalan dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan partisipatif, melibatkan unsur pemerintah daerah serta aparat keamanan dalam suasana yang tertib.
Meski tidak terdapat aksi unjuk rasa, jajaran kepolisian tetap menerapkan prosedur tetap (protap) pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Yusep menjelaskan, sesuai perintah Kapolri dan Kapolda, seluruh jajaran tetap turun ke lapangan untuk memberikan pengamanan dan pelayanan, baik dalam kegiatan sosial maupun aktivitas masyarakat lainnya.
“Meski kegiatannya bersifat sosial dan doa bersama, kami tetap melaksanakan pengamanan sesuai protap. Unsur Sabhara, Intelijen, hingga lalu lintas tetap melakukan pengamanan dan antisipasi,” jelasnya.
Khusus di Palangka Raya, Dirlantas Polda Kalteng melakukan rekayasa lalu lintas sejak pukul 06.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
Rekayasa tersebut bersifat situasional dan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan. Setelah kegiatan berlangsung tertib dan arus kendaraan terkendali, jalur-jalur utama kembali dibuka secara bertahap.
Yusep menambahkan, pola pengamanan serupa juga diterapkan di daerah lain di Kalteng. Setiap satuan wilayah melakukan pengamanan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing.
“Daerah-daerah lain juga mengikuti situasi di wilayah masing-masing. Prinsipnya, kami tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
Dengan situasi yang aman dan tanpa gangguan berarti, peringatan May Day di Kalteng tahun ini menjadi cerminan stabilitas keamanan daerah serta sinergi antara pemerintah, aparat, dan elemen buruh dalam menjaga ketertiban bersama.(*)
Editor : Agus Pramono