Gubernur Agustiar Sabran Luncurkan 4 Program Strategis di Awal Mei 2026, Apa Saja Itu?
Novia• Senin, 4 Mei 2026 | 12:40 WIB
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran bersama sang istri Aisyah Thisia Agustiar Sabran serta Forkopimda saat peluncuran 4 program strategis. Arief Prathama/Kalteng Pos
PALANGKA RAYA-Momentum Huma Betang Night 2026 juga dirangkaikan dengan peluncuran empat program strategis Pemerintah Provinsi Kalteng.
Pertama, Kalender Event Hari Jadi ke-69 Kalteng. Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Provinsi Kalteng resmi dimulai sejak 2 Mei dengan puncak peringatan pada 23 Mei.
Peluncuran lebih awal dimaksudkan agar promosi dan persiapan kegiatan lebih maksimal.
Kedua, launching Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar. Revitalisasi RTH kawasan Bundaran Besar (eks Gedung KONI) akan dikembangkan sebagai pusat interaksi publik, ruang ekspresi kreatif, serta destinasi wisata edukatif yang ramah keluarga.
Ketiga, kanal aspirasi “Lapor Pak Gub”. Program ini menjadi sarana komunikasi langsung masyarakat dengan pemerintah daerah. Kanal tersebut diharapkan mempercepat penanganan berbagai persoalan pelayanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga infrastruktur.
Keempat, implementasi QRIS Merchant Bank Kalteng. Digitalisasi transaksi melalui QRIS Merchant Bank Kalteng diluncurkan untuk memperluas penggunaan pembayaran non-tunai, khususnya bagi pelaku UMKM.
Langkah ini sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital di daerah.
Peluncuran empat program tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur bersama jajaran pimpinan daerah, disambut tepuk tangan meriah ribuan warga.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Sinergi antara pemerintah, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu juga menyoroti pentingnya pelayanan publik yang responsif dan transparan. Peluncuran kanal “Lapor Pak Gub” disebut sebagai langkah konkret memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami adalah pelayan masyarakat Kalimantan Tengah. Apa yang menjadi keluhan akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Ia memastikan setiap laporan yang masuk akan diproses secara serius dan terkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, bahkan melibatkan unsur Forkopimda apabila diperlukan.
Menurutnya, pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mau mendengar dan cepat bertindak.
Gubernur juga menaruh perhatian besar pada transformasi digital, khususnya dalam sistem transaksi keuangan daerah. Implementasi QRIS Merchant Bank Kalteng dinilai sebagai langkah strategis memperkuat daya saing ekonomi lokal.
Ia menyebut perubahan zaman tidak bisa dihindari. Digitalisasi menjadi keniscayaan yang harus direspons dengan kesiapan dan inovasi.
“Zaman sudah digital. Bank Kalteng harus maju dan menggeliat terus,” ujarnya.
Digitalisasi transaksi melalui QRIS diharapkan dapat memudahkan masyarakat sekaligus membantu UMKM lebih terintegrasi dalam ekosistem ekonomi modern.
Dirinya turut menyinggung kondisi nasional dan global yang penuh tantangan, termasuk efisiensi anggaran dan dinamika ekonomi dunia. Namun ia menegaskan, Kalteng harus tetap optimis dan bergerak maju.
Ia mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan pemerintah demi kesejahteraan bersama, serta mendoakan para pemimpin agar diberi kekuatan dalam menjalankan amanah.(*)