PALANGKA RAYA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menteng 1, Kecamatan Jekan Raya, terus berinovasi dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan bagi penerima manfaat.
Salah satu langkah strategis yang kini diterapkan adalah sistem digital berbasis QR Code terintegrasi yang menghadirkan transparansi informasi pangan secara menyeluruh.
Baca Juga: BGN Evaluasi SPPG di Kalteng, Soroti Masalah Fasilitas hingga Lonjakan Beban Produksi
Melalui pemindaian QR Code, penerima manfaat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi penting, mulai dari kandungan gizi, batas aman konsumsi, hingga harga makanan secara cepat dan akurat.
sekedar transformasi digital, tetapi juga bentuk komitmen dalam membangun kepercayaan publik terhadap layanan pangan bergizi.
“Melalui QR Code, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat dan real-time terkait kelayakan pangan, termasuk nilai gizi dan batas aman konsumsi,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Boris menjelaskan, pengendalian mutu telah dimulai sejak tahap persiapan yang dilakukan sehari sebelum distribusi. Proses produksi dilakukan secara terjadwal dan disiplin, dimulai sejak pukul 02.00 WIB guna menjaga kesegaran makanan sesuai dengan klaster distribusi.
Baca Juga: Pemko Ungkap Alasan Penutupan SPPG di Palangka Raya
Sebelum didistribusikan, setiap menu wajib melewati serangkaian uji ketat oleh tim pengawas gizi. Pengujian tersebut mencakup penggunaan test kit food security untuk mendeteksi zat berbahaya seperti boraks dan bahan kimia lainnya.
“Selain itu, kami juga melakukan uji organoleptik untuk memastikan kualitas rasa, aroma, dan warna tetap sesuai standar,” jelasnya.
Komitmen terhadap kualitas tersebut membuahkan hasil. Sejak mulai beroperasi pada 10 Juni 2025, SPPG Menteng 1 mencatatkan capaian zero accident atau nihil kasus keracunan pangan.
Capaian ini turut didukung oleh fasilitas yang melampaui standar teknis yang ditetapkan. Dengan luas bangunan hampir 600 meter persegi lebih besar dari standar maksimal 400 meter persegi, SPPG Menteng 1 menerapkan desain tata ruang yang dirancang untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Baca Juga: Inilah Daftar SPPG di Kalteng yang Disetop Operasionalnya oleh BGN Pada April 2026 Ini
“Keamanan pangan sangat ditentukan oleh desain alur kerja dan tata ruang. Dengan SOP yang ketat, setiap tahapan produksi bisa berjalan optimal dan risiko penurunan kualitas dapat ditekan,” ungkap Boris.
Penerapan sistem QR Code tidak hanya meningkatkan standar pengelolaan pangan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi para penerima manfaat, khususnya sekolah yang menjadi penerima manfaat.
Dengan adanya akses informasi terbuka, pihak sekolah, guru, hingga orang tua dapat mengetahui secara pasti kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak. Hal ini menumbuhkan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap program pemenuhan gizi.(*)
Editor : Ayu Oktaviana