PALANGKA RAYA– Pemerintah Kota Palangka Raya bergerak cepat merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memimpin langsung rapat gabungan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihak Pertamina, serta perwakilan seluruh SPBU se-Kota Palangka Raya.
Rapat yang berlangsung sekitar dua jam itu digelar di Ruang Peteng Karuhei I dan menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk menormalkan distribusi BBM di Kota Cantik.
“Langkah ini dilakukan agar distribusi BBM kembali lancar dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar,” ujar Fairid mengawali saat baca notulen rapat, Jumat (8/5/2026) malam.
SPBU Buka Hingga 24 Jam, Pemko Turunkan Personel Pengawasan
Sebagai langkah tambahan, mulai Sabtu (9/5/2026) jam operasional SPBU juga diperpanjang. Mayoritas SPBU diminta tetap melayani masyarakat hingga pukul 01.00 WIB dini hari.
Bahkan, empat SPBU di Palangka Raya akan beroperasi penuh selama 24 jam untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Tak hanya itu, pemko juga akan membantu pengawasan di lapangan dengan menurunkan personel tambahan guna mengatur antrean dan memastikan distribusi BBM berjalan tertib.
“Kami juga membantu SDM untuk pengaturan dan pengawasan di lokasi SPBU,” jelas Fairid.
Kuota BBM Ditambah, SPBU Diminta Operasi Maksimal
Dalam hasil rapat tersebut, Pertamina menyetujui penambahan pasokan BBM untuk SPBU di Palangka Raya.
Kuota Pertamax ditambah menjadi 205 kiloliter (KL) per hari dari sebelumnya sekitar 190 KL. Sementara pasokan Pertalite mencapai 500 KL per hari.
Selain itu, seluruh SPBU diminta mengoperasikan layanan Pertalite dan Pertamax secara bersamaan agar antrean kendaraan dapat terurai lebih cepat.
Pemko juga meminta seluruh display atau pompa pengisian BBM diaktifkan maksimal untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Semua pompa harus aktif supaya distribusi lebih cepat dan antrean bisa berkurang,” katanya.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mengembalikan kondisi distribusi BBM di Palangka Raya menjadi normal dan meredam kepanikan masyarakat yang beberapa hari terakhir ramai mengantre di SPBU.(*)
Editor : Agus Pramono