Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Isu Gathering Boti di Kalteng Katanya Hoaks, Kaltengpedia dan Cak Sam Saling “Berbalas Pantun”

Kiki Rizqie • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB
Unggahan KaltengPedia perihal kabar gathering.
Unggahan KaltengPedia perihal kabar gathering.

PALANGKA RAYA – Polemik dugaan rencana gathering atau silaturahmi kelompok laki-laki berpenampilan feminin yang dikenal dengan istilah “boti” di Kalimantan Tengah terus memanas di media sosial. 

Perdebatan publik semakin ramai setelah akun media sosial Kaltengpedia dan anggota Polda Kalteng yang disapa Cak Sam “saling berbalas pantun” memberikan tanggapan terkait isu tersebut.

Terlebih, label hoaks distempelkan diuploadan Kaltengpedia yang membahas isu rencana gathering boti.

Terlihat dari uploadan Instagram Kaltengpedia, kabar mengenai dugaan agenda silaturahmi komunitas boti di Kalimantan Tengah ramai diperbincangkan usai beredarnya tangkapan layar pesan direct message (DM) di media sosial. 

Dalam percakapan itu disebut adanya ajakan berkumpul yang kemudian memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

Di tengah ramainya perdebatan, Kaltengpedia menegaskan bahwa pemberitaan yang mereka unggah sebelumnya dibuat berdasarkan data awal serta keterangan dari dua sumber berbeda yang telah dimintai konfirmasi.

Menurut pihak redaksi, informasi tersebut muncul setelah viralnya pesan DM yang diduga membahas rencana kegiatan silaturahmi kelompok boti di Kalimantan Tengah.

“Kami mengangkat isu ini bukan untuk menggiring opini ataupun menyerang pihak tertentu. Ini bentuk kepedulian kami terhadap situasi sosial di Kalimantan Tengah agar tidak muncul keresahan ataupun polemik berkepanjangan di masyarakat,” tulis pernyataan redaksi Kaltengpedia.

Kaltengpedia juga meminta pihak terkait, termasuk Kabidhumas Polda Kalteng, agar melakukan pendalaman informasi secara menyeluruh sebelum langsung menyebut isu tersebut sebagai hoaks.

Bapak, izin menyampaikan dengan hormat.
Setidaknya kami berharap ada pemahaman bahwa pemberian label “hoaks” seharusnya jelas dasar dan mekanismenya, apakah itu benar merupakan pernyataan resmi institusi Polda Kalimantan Tengah atau pendapat pribadi. Karena jika mengacu pada penanganan informasi hoaks, tentu ada proses dan mekanisme yang panjang serta biasanya disampaikan melalui akun resmi instansi, bukan akun pribadi.

Di sisi lain, sebelum memberikan penilaian atau kesimpulan, alangkah baiknya juga dilakukan konfirmasi kepada kami yang memiliki data dan kronologi, terlebih ketika kami sedang berupaya menaikkan berita untuk mendapatkan kejelasan informasi.

Kami hanya ingin menunggu jawaban atas permintaan klarifikasi terbuka yang sudah kami sampaikan sebelumnya, bapak. Harapan kami, semua pihak dapat bersikap objektif dan tidak terkesan berada pada satu pihak saja.

Di sisi lain, Cak Sam memberikan klarifikasi melalui kolom komentar unggahan Kaltengpedia. Ia menyebut pihaknya sebelumnya telah meminta penjelasan langsung kepada sosok bernama Pandi yang disebut sebagai senior di kelompok tersebut.

Menurut Cak Sam, Pandi juga merupakan admin akun Instagram Diva Palangka Raya dan telah membuat klarifikasi bahwa informasi mengenai gathering boti di Palangka Raya tidak benar.

“Saudaraku yang budiman, kemarin kami sdh minta klarifikasi kepada Pandi yg diseniorkan dlm kelompok mereka. Dia menjelaskan bahwa terkait informasi ‘boti’ Palangkaraya mau mengadakan gathering itu tdk benar,” tulis Cak Sam dalam komentarnya.

Ia juga meminta masyarakat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Tengah agar tetap kondusif dan tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi sepenuhnya.

Meski demikian, hingga kini isu tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu beragam respons dari masyarakat. Belum ada informasi resmi terkait lokasi maupun waktu kegiatan yang sebelumnya disebut-sebut akan digelar tersebut.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#boti #Diva Palangka Raya #polda kalteng #kamtibmas