PALANGKA RAYA–Semarak budaya Kalteng kembali akan bergema melalui pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 yang dipastikan hadir lebih meriah tahun ini.
Festival budaya tahunan kebanggaan masyarakat Bumi Tambun Bungai tersebut tidak hanya menghadirkan perlombaan seni dan tradisi, tetapi juga membawa konsep baru yang lebih menonjolkan atraksi budaya sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan daerah.
Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah, sebanyak 17 aktivitas telah disiapkan untuk memeriahkan pelaksanaan FBIM 2026.
Rangkaian kegiatan itu akan melibatkan perwakilan kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, komunitas seni budaya, hingga masyarakat umum.
Plt Kepala Disbudpar Kalteng dr. Seniriaty melalui Kabid Seni Budaya, Wilda D. Binti mengatakan, FBIM hingga kini tetap menjadi salah satu agenda unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah karena memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya daerah.
“Pelaksanaan FBIM tahun 2026 seperti juga di tahun-tahun sebelumnya merupakan salah satu kegiatan unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, di mana stakeholder utamanya adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Disampaikan olehnya, tahun ini terdapat 12 aktivitas utama yang berada di bawah koordinasi Disbudpar Kalteng. Seluruh aktivitas tersebut melibatkan perwakilan resmi dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.
“Pada tahun 2026 terdapat 12 aktivitas utama dan lima aktivitas lainnya yang diampu stakeholder lain di lingkup Pemprov Kalteng, sehingga total aktivitas berjumlah 17,” katanya.
Berbagai agenda budaya yang dipastikan kembali digelar di antaranya Karnaval Budaya, Pemilihan Jagau dan Nyai Kalteng, Mangenta, Manyipet, Manjawet Uwei, Habayang, Balogo, Mangaruhi, Sepak Sawut, Parade Tradisi Lisan, hingga Parade Tari Kreasi Garapan Kalimantan Tengah.
Karnaval Budaya diperkirakan kembali menjadi magnet utama masyarakat karena menampilkan kekayaan budaya daerah dalam bentuk parade kostum adat, seni pertunjukan, hingga atraksi budaya dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Sementara Pemilihan Jagau dan Nyai Kalteng menjadi ajang pencarian generasi muda yang diharapkan mampu menjadi duta budaya dan pariwisata daerah.
FBIM 2026 juga tetap mempertahankan berbagai permainan dan olahraga tradisional khas Dayak yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Aktivitas-aktivitas yang diampu oleh Disbudpar Provinsi Kalteng melibatkan perwakilan kabupaten/kota se-Kalteng,” jelasnya.
Selain itu, lima aktivitas tambahan juga akan digelar untuk semakin memeriahkan festival, yakni lomba menghias gapura, lomba lawang sakepeng, Auh Pahureh atau stand up comedy berbahasa daerah, lomba manyanyi atau vocal solo, serta lomba videografi.
Kehadiran lomba videografi dan stand up comedy berbahasa daerah dinilai menjadi bentuk adaptasi budaya dengan perkembangan kreatif anak muda saat ini.
Pemerintah berharap pendekatan tersebut dapat membuat budaya lokal semakin dekat dengan generasi muda.
“FBIM pasti akan melakukan penyesuaian dengan keadaan faktual saat ini, namun tentu dengan tidak mengurangi nilai-nilai esensialnya,” ungkapnya.
Salah satu perubahan paling menonjol dalam FBIM tahun ini terdapat pada pelaksanaan Parade Tradisi Lisan dan Parade Tari Daerah.
Jika sebelumnya lebih bernuansa kompetisi, tahun ini dua agenda tersebut akan tampil dalam konsep atraksi budaya murni.
“Perbedaan hanya pada pelaksanaan aktivitas parade tradisi lisan dan parade tari daerah, di mana tahun ini pelaksanaannya berupa murni atraksi budaya,” tuturnya.
Menurutnya, konsep tersebut dipilih agar masyarakat dapat lebih menikmati nilai seni, filosofi, dan pesan budaya yang terkandung dalam setiap penampilan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya daerah, khususnya di bidang kesenian tradisional.
“Diharapkan langkah ini akan berdampak positif bagi upaya pelestarian budaya daerah, khususnya di domain kesenian,” tambahnya.
Tidak hanya melibatkan peserta dari kabupaten dan kota, Disbudpar Kalteng juga akan menggelar kegiatan eksebisi Sepak Sawut kategori putra dan Mangaruhi kategori putri bagi perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalteng.
“Dalam FBIM 2026 Disbudpar juga melaksanakan eksebisi untuk kegiatan sepak sawut putra dan mangaruhi putri, di mana akan dibuka pendaftaran bagi perwakilan OPD di lingkup Pemprov Kalteng,” jelas Wilda.
Sementara untuk sejumlah kategori di luar 12 aktivitas utama, peserta dibuka untuk umum sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk ikut berpartisipasi dalam FBIM tahun ini.(*)
Editor : Ayu Oktaviana